Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Invitasi

Invitasi

“Jangan karena ketakutan-ketakutan yang belum tentu terjadi, kita gagal memanfaatkan peluang.” “Tapi kita enggak bisa mengambil risiko!” tegas Laisa tidak mau kalah. “Terlalu berbahaya.” Setelah Mika mengetahui adanya Game Invitasi dan mencoba memainkannya, perlahan Mika mengerti beberapa hal.
9.910.1K viewsCompletedAdded to Library 354 Times as inanimate insanity invitational
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Aurel. Dia datang menemuimu, bukan? Aku tidak menyuruhnya dan aku baru tahu setelah dia sendiri yang cerita. Oh. Aku manggut-manggut setelah paham arah pembicaraan kemana. Ternyata tentang itu. " Iya. Dia datang. Ngasih undangan. Terima kasih atas undangannya, tapi maaf, aku tidak bisa datang. Bukan karena tidak suka melihatmu menikah lagi atau belum move on, tapi demi menjaga kewarasanku dan juga demi kelancaran acara sakral kalian. Kalau aku datang pasti jadi pusat perhatian. Meskipun bisa menguntungkanku karena dianggap wanita kuat yang berani datang ke acara mantan. Namun aku tidak mau jadi gosip apapun mengenai kita. Aku malas dijadikan bahan gibah. Soal Malik, akan kuusahakan untuk me
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as inanimate insanity invitational
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Mobil mewah warna hitam mengendap tepat di depan sebuah bangunan bertingkat tinggi dengan dinding berlapis kaca tembus pandang. Pintu depan yang menjulang tinggi dibingkai dengan ornamen emas yang mengkilap, di atasnya terpampang nama butik bergaya kaligrafi: “Bunga Pengantin Atelier Pengantin Eksklusif”. Huruf-huruf timbulnya seolah terbuat dari potongan cahaya yang menyala setiap kali terkena sinar matahari siang hari.
550 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as inanimate insanity invitational
Read
+Library
Invasi Beast

Invasi Beast

Ia menekan remote di tangannya—lantai bergetar halus saat dinding kaca di depan mereka perlahan terangkat, memisahkan arena utama dari zona aman. “Karena ini latihan pertama, kalian akan menghadapi beast level 4. Majunya bareng, ya.” “Nggak boleh satu-satu, Pak?” tanya Anton, cengengesan. “Bukan ‘nggak’, tapi ‘belum’. Sudah, maju sana.” Riyan dan Anton masuk ke dalam arena. Tiba-tiba, lantai di ujung arena terbuka. Dari dalamnya muncul makhluk mengerikan—bertubuh beruang besar dengan kepala seperti ikan, tapi giginya terlihat tajam.
806 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as inanimate insanity invitational
Read
+Library
Invasi Metaverse

Invasi Metaverse

Karena itu, Arun mengira gedung itu bukan toko, tetapi kantor. “Selamat datang di Seraphim. Tingkatan kecerdasan gaya anda dengan Seraphim.” Pramuniaga yang merupakan ANI (Artificial Narrow Intelligence) menyapa Arun dan Wanda saat mereka memasuki toko tersebut. Arun terdiam memandang ANI yang memiliki desain yang sangat cantik itu. Wanda, melihat Arun yang memasang wajah terperangah, mendesah pelan dan lanjut menyeret Arun lebih dalam memasuki toko.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as inanimate insanity invitational
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status