Seribu Pintu Sindukala
Sambil membetulkan letak maskernya yang melorot di hidung, ia berjalan menyeberangi ruangan dan membuka pintu.
“Hai,” sapa Ivan sambil melepas topinya. Matanya yang sipit menyerupai dua garis hitam ketika ia nyengir seperti itu. Sinar matahari menyengat pipinya yang putih kekuningan sampai memerah. Ia memakai seragam coklat berbahan kaos, celana panjang hitam dan sepatu boots. Di belakang bahunya ada Purangga, yang tidak berpakaian dinas, tersenyum canggung. “Aku sedang enggak ada kegiatan,” lanjut Ivan, “jadi aku ikut Purangga ke sini. Sorry, aku enggak sengaja dengar obrolan kamu dan Purangga sehabis simulasi kemarin, jadi...”
Hot Chapters