RAHASIA IBU
Aku menggeleng.
“Dalam mengambil keputusan gunakanlah akal yang utama, karena itu ia berada di atas. Jangan jadikan nafsu yang utama, karena akan menyesatkan. Tangis Ayah adalah penyesalan, karena ia telah memutuskan pilihan mengutamakan nafsu. Ketika kepuasan itu hilang, akal akan protes karena tindakan itu sebuah kebodohan yang menyesatkan, hingga hati yang tersiksa menahan perih.”
Kutatap Mas David lekat. Ada kekaguman dalam diri ini mendengar kalimat itu.