Aku Menyerah, Mas!
Tidak mungkin langsung menuntut hak sebagai seorang suami, sebesar apa pun keinginan yang tengah bergejolak.
Huff!
Aku menyentak napas, menepis jauh-jauh perasaan tersebut kemudian segera menggenggam hendel pintu dan berjalan masuk menghampiri istri yang sedang duduk memangku buah hati kami.
"Sudah, Sayang?" tanyaku sambil menerbitkan senyuman.
"Sudah, tapi nggak keluar. Cuma sedikit doang, mungkin karena lama nggak disusu, Dil."