Ada saat-saat di mana kita begitu yakin dengan pendapat sendiri sampai lupa bahwa hubungan itu tentang dua orang, bukan satu. Salah satu cara yang sering kubaca di novel-novel romantis adalah belajar mendengar lebih banyak daripada berbicara. Misalnya, karakter utama di 'Kimi ni Todoke' awalnya sangat pemalu, tapi justru karena itu dia bisa memahami orang lain tanpa prasangka. Aku mencoba menerapkannya dengan memberi ruang bagi pasangan untuk mengungkapkan perasaannya sepenuhnya sebelum aku bereaksi.
Hal lain yang kupelajari dari manga 'Wotakoi' adalah pentingnya kompromi kreatif. Ketika beda pendapat tentang hobi (aku suka game RPG, dia lebih ke film), kami buat jadwal bergantian. Bukan tentang siapa yang menang, tapi bagaimana kedua kebutuhan bisa terpenuhi. Terkadang justru dari situ muncul hal-hal seru yang tidak terduga, seperti ternyata dia mulai suka 'Final Fantasy' setelah menonton kupain game itu.