Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit
’’
“Iya Jok, lanngsung aja bawa ke teras. Bapak-Bapak yang lain pasti sudah haus.”
“Tu kan bener Pak Dik, Pak Didik tadi ngeyel yang merah.”
“Udah nggak apa-apa, sama saja,” kataku akhirnya, agar mereka berhenti berdebat. “Nanti kalau sudah minum, kamu ke sini ya, Jok.”
“Baik Pak Halid.”
“Sekali lagi maaf Pak Halid, mereka memang suka begitu,” kata Pak Narto sambil mengekori mereka berdua di belakang.