Ketika Takdir Menyapa
“Iya, Nduk. Kita sudah lihat sendiri, rumah yang dulu jadi sumber luka itu, bukan lagi milik kita. Bukan lagi tempat kita pulang. Dan ternyata, Allah jauhkan kita dari banyak masalah tanpa kita minta.”
“Aku dulu sempat marah sama takdir, Bu. Kenapa kita harus diusir? Kenapa kita harus dihina? Tapi sekarang, aku sadar. Kalau waktu itu kita tetap tinggal di rumah itu, hidup kita mungkin hancur seperti mereka.”
Gayatri menatap Saras dengan mata berkaca-kaca.
“Betul. Kadang sesuatu yang tampak buruk ternyata perlindungan.”
Tiba-tiba, dari kamar terdengar suara rengekan pelan.
Hot Chapters