Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

puji Hanif teramat singkat. Rendi berdehem pelan, membetulkan letak kacamatanya. "Maaf, Pak Hanif. Jika boleh saya bertanya," ucap Rendi hati-hati. "Untuk keperluan apa perusahaan properti dan konstruksi kita memborong daster motif bunga dan setelan baju olahraga rumahan sebanyak itu? Apakah untuk doorprize acara gathering karyawan pabrik bulan depan?"
1030.7K viewsOngoingAdded to Library 706 Times as jualan handuk
Read
+Library
Presdir Dingin Itu Suami Dadakanku

Presdir Dingin Itu Suami Dadakanku

Hembusan angin di tengah hujan deras seakan mampu mengikis permukaan kulitnya. "Ini handuk anda, Non." Asisten rumah yang tadi sudah kembali, menyerahkan sebuah handuk pada Tania. Dia terus menunduk sembari mengulurkan kedua tangannya yang memegang handuk. Seperti menyerahkan bendera saat akan dikibarkan. Padahal itu hanya sebuah handuk, meski harganya memang sangat mahal. "Terima kasih." Tania segara mengambil handuk itu, menatap heran pada perempuan tersebut. Dia seperti menjaga jarak dengan Tania.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as jualan handuk
Read
+Library
Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

"Iya, Bu, kalau jual perhiasan memang ada potongannya kan sudah dijelaskan saat beli dulu, sudah tertulis juga di nota." "Ya udah, terima kasih." Meski agak kesal karena tak sesuai dengan ekspektasi, Alya keluar menghampiri sang suami yang menunggunya di mobil. "Jadi gimana, Al?" "Cuma laku 15 juta doang, Mas." "Ya sudah tidak apa-apa. Ayo masuk. Kita prepare buat besok. Aku hubungi Pak Hadiyan lagi nih." "Kamu izin kerja lagi dong besok?"
10139.5K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as jualan handuk
Read
+Library
BUKAN SUAMI RAHASIA

BUKAN SUAMI RAHASIA

Kubuka lemari Jay, mengacak seluruh pakaiannya dan menemukan handuk biru bertuliskan ‘Honey’ dengan benang timbul di ujungnya. Kuhampiri dia kembali yang masih berdiri di ambang pintu, berwajah kusut—meski ketampanannya sama sekali tidak hilang—dan rambut tebal berantakan yang terlihat lucu. Tapi aku tidak berniat untuk tertawa karena hal itu. “Jaga sikapmu saat aku sedang menerima panggilan!” Kulemparkan handuk itu tepat ke wajahnya, sebelum terjatuh, Jay dengan cepat menangkapnya.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as jualan handuk
Read
+Library
MENYESAL SETELAH MENYIA-NYIAKAN ANAK DAN ISTRI

MENYESAL SETELAH MENYIA-NYIAKAN ANAK DAN ISTRI

Namun ia tidak mengatakan yang seluruhnya. "Kamu kenal dengan orang-orang kantor ?" tanya Andin tidak menyangka. Hendra mengangguk. "Ada. Beberapa. Namanya juga jualan, hehe." Andin hanya tersenyum, dalam hati ia takjub. "Pakaian hasil jahit kamu, bisa loh dijual sampai mencapai lima ratus ribu persatu-nya." "Yang bener kamu ?" Hendra mengangguk.
14.1K viewsOngoingAdded to Library 421 Times as jualan handuk
Read
+Library
LELANG PENGANTIN

LELANG PENGANTIN

ujar sang presenter. "2000 dollar." Mr. Handoko menawar dari samping Alan. Ia menatap rekan bisnisnya itu tidak percaya. "Apa istrimu akan setuju dengan ini?" sindir Alan tajam. Mr. Handoko meliriknya geli. "Ia tidak perlu tau, Mr. Sanders. Aku bisa menempatkannya pada salah satu mansionku, dan akan mengunjunginya secara rutin." kekeh Mr. Handoko pelan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as jualan handuk
Read
+Library
HATI YANG TERJUAL

HATI YANG TERJUAL

ancam Intan. “Dah mbak buruan dandan, masak anak kuliahan dasteran. Kelamaan anak orang dijemur di halaman kos-an nunggu,” jelas Andri. Mendengar ucapan Andri, Intan langsung membuka lemari. Tapi, tak ada pakaian yang layak menurutnya untuk dipakai keluar menemui Angga, meskipun tampak beberapa stel pakaian menggantung dalam lemarinya. Akhirnya, Intan menyambar salah satu gamis biru bercorak polkadot dari tumpukan jemuran yang baru diangkatnya. Gamis itu merupakan andalan Intan, karena tanpa disetrikapun pakaiannya yang satu itu tetap saja terlihat rapi. Oleh karenanya Intan menamai gamisnya dengan sebutan ‘Anti kusut anti badai’.
10748 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as jualan handuk
Read
+Library
Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Nana bangkit dari ranjang pijat, namun kemudian ia menghentikan langkahnya di depan pintu kamar mandi. Ia menoleh kembali ke arah Teja dengan tatapan bingung. "Kamu ada handuk, Jo?" Teja melirik ke arah jemuran kecil di sudut ruangan di mana terdapat sebuah handuk bersih miliknya yang sering ia gunakan. "Eh, mau pakai handukku? Bau asem lho," goda Teja dengan senyuman jahil yang menghiasi wajah tampannya.
9.789.9K viewsOngoingAdded to Library 3.4K Times as jualan handuk
Read
+Library
Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Ini sebuah keberuntungan buat Hanum di tengah guncangan masalah yang ia alami di dalam keluarga sang suami. "Ini enak sekali, Hanum. Renyah dan manis. Minggu depan titip di sini 30 bungkus ya. Kemarin kamu titip 20 bungkus, nggak sampai tiga hari sudah habis," beritahu Mbak Nurul, pemilik sebuah toko di pinggir jalan tempat ia menitip barang dagangannya. "Alhamdulillah. Terima kasih ya, Mbak. Semoga laris manis dan lancar rezekinya." Wanita muda itu tersenyum cerah sembari menerima uang hasil jualannya seminggu yang lalu.
7.880.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as jualan handuk
Read
+Library
When I Meet You

When I Meet You

Aku teringat sesuatu, tanganku menggapai pergelangan tangan laki-laki itu agar mengurungkan niatnya untuk berjalan kembali. “Apa lagi, tuan putri?” tanyanya dengan bola mata bergulir kesal. Aku terkekeh, kemudian mengambil tiga handuk bermotif sama yang ada dalam tas sejak dua bulan yang lalu. “Untukmu, dan Le. Bantu aku memberikannya juga.” Aku menyodorkan handuk berwarna abu-abu bertuliskan nama kami masing-masing. “Handuk couple, huh?” tanyanya dengan senyuman miring.
9.98.8K viewsCompletedAdded to Library 350 Times as jualan handuk
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status