Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERFECT HUSBAND [INDONESIA]

PERFECT HUSBAND [INDONESIA]

“Tapi kemarin Papa baru dapat kabar, kalau lahan yang dipakai itu adalah lahan sengketa. Kami membeli dari seorang warga yang mengaku itu adalah tanah warisan dari orang tuanya. Tapi ternyata tanah itu sudah diwakafkan untuk pembangunan panti asuhan. Dan besar kemungkinan surat yang dimiliki penjual itu palsu.” “Astagfirullah, jadi sekarang gimana?” Zuhra duduk tegak menghadap Dirgam. “Masih dalam proses, Ra, penjualnya kabur.” Dirgam meraih jari Zuhra, menatapnya kosong. “Cincin kamu mana?” Zuhra menepuk dahi panik. “Ketinggalan di toilet,” ucapnya seraya berlari meninggalkan Dirgam.
9.975.4K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as jualan handuk
Read
+Library
Marriage With Benefits

Marriage With Benefits

Kalo duitnya enggak ada, gue beliin mau berapa kodi? Elang : sialan lo, Son... Gue masih mampu beliin. Adit : beliin yang dari kain sutra. Kemarin gue beliin buat Hanna daster batik harga 10 juta. Wilson : Dit, lo yang beneran aja beli daster sepuluh juta. Adit : Itu juga sudah diskon dan terhitung murah. Gavriel : Jiwa misqueen gue meronta-ronta membaca chat Adit. Apesnya cuma sombongnya Adit yang bisa gue terima sebagai flexing yang tidak flexing.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as jualan handuk
Read
+Library
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

kata Inda menunjuk kearah penjual harumanis yang sedang memutar harmanis membentuk sebuah bunga besar. “Beli saja. Ayo!” perintah Jiddan sambil antusias menggandeng Inda menuju penjual harumanis. “Ammu, buatkan mawar merah yang besar ya?" pinta Jiddan pada si penjual. “Oke Ammu,” jawab si penjual bersemangat.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as jualan handuk
Read
+Library
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

] Kemudian, disusul emoji menahan tawa. Janice menatap layar ponsel. Saat berikutnya, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dari belakang. Dia merapikan jubah tidurnya dan menoleh. Pria itu keluar hanya dengan handuk melilit pinggang dan sedang mengeringkan rambutnya. "Kamu yang beli gaunnya?" tanya Janice. "Hmm." "Kenapa? Itu cuma contoh. Kalau ada pesanan, nanti bakal disesuaikan dengan ukuran pembeli."
9.4935.3K viewsCompletedAdded to Library 31.8K Times as jualan handuk
Show Reviews (192)
Read
+Library
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Read All Reviews
Sang Penakluk Wanita

Sang Penakluk Wanita

Dalam kamar mandi itu sudah disediakan handuk berbentuk kimono oleh tante Alinda. "Kamu ingin mandi, Kenz? Pakailah handuk baju kimono ada di rak perlengkapan bawah wastafel itu," ucap tante Alinda memberi tahu dimana letak handuk berbentuk baju kimono itu. Sehan menganggukkan kepalanya, pertanda kalau dia paham dengan apa yang dikatakan oleh Tante Alinda. "Baik, Tante. Terima kasih," jawab Sehan dengan melemparkan senyum manis walau itu sebenarnya hanya senyum biasa saja, sebagai pelengkap basa-basi saja.
109.1K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as jualan handuk
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Langkah-langkah mereka menggema di koridor yang sepi dan berkilau dengan lantai marmer. "Jadi Anda berniat mengambil unit tersebut, Tuan Xander?" Paul Ombudsman bertanya dengan nada penuh harap. Penjualan sebesar 40 miliar jelas akan menaikkan reputasinya, selain itu, ia akan menjalin hubungan baik dengan anak muda kaya ini. "Aku akan mengambil unit tersebut. Tolong beritahu kapan aku bisa menempatinya, karena hari ini aku masih menginap di Hotel Fiantrofi," jawab Xander dengan suara tenang namun tegas.
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 758 Times as jualan handuk
Read
+Library
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Sepertinya, dia tidak ingin aku membacanya. Juleha lantas melangkah ke arah belakang sambil menunjukkan padaku letak galon isi ulangnya. Aku pun melihat Juleha mengambil handuk berwarna krem yang senada dengan kulit sawo matangnya. Lalu, dia merentangkan dan mengibas-ngibaskannya. Ketika itu, aku tahu ukuran handuk itu hanya satu depa. Doi lantas melingkarkannya ke leher. Sepertinya, Juleha hendak mandi. Aku pun memohon padanya.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as jualan handuk
Read
+Library
Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

puji Hanif teramat singkat. Rendi berdehem pelan, membetulkan letak kacamatanya. "Maaf, Pak Hanif. Jika boleh saya bertanya," ucap Rendi hati-hati. "Untuk keperluan apa perusahaan properti dan konstruksi kita memborong daster motif bunga dan setelan baju olahraga rumahan sebanyak itu? Apakah untuk doorprize acara gathering karyawan pabrik bulan depan?"
1030.7K viewsOngoingAdded to Library 706 Times as jualan handuk
Read
+Library
Presdir Dingin Itu Suami Dadakanku

Presdir Dingin Itu Suami Dadakanku

Hembusan angin di tengah hujan deras seakan mampu mengikis permukaan kulitnya. "Ini handuk anda, Non." Asisten rumah yang tadi sudah kembali, menyerahkan sebuah handuk pada Tania. Dia terus menunduk sembari mengulurkan kedua tangannya yang memegang handuk. Seperti menyerahkan bendera saat akan dikibarkan. Padahal itu hanya sebuah handuk, meski harganya memang sangat mahal. "Terima kasih." Tania segara mengambil handuk itu, menatap heran pada perempuan tersebut. Dia seperti menjaga jarak dengan Tania.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as jualan handuk
Read
+Library
Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

"Iya, Bu, kalau jual perhiasan memang ada potongannya kan sudah dijelaskan saat beli dulu, sudah tertulis juga di nota." "Ya udah, terima kasih." Meski agak kesal karena tak sesuai dengan ekspektasi, Alya keluar menghampiri sang suami yang menunggunya di mobil. "Jadi gimana, Al?" "Cuma laku 15 juta doang, Mas." "Ya sudah tidak apa-apa. Ayo masuk. Kita prepare buat besok. Aku hubungi Pak Hadiyan lagi nih." "Kamu izin kerja lagi dong besok?"
10139.5K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as jualan handuk
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status