Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SESAL ( Nikah Terpaksa )

SESAL ( Nikah Terpaksa )

Tidak ada laki-laki di antara kami. Berharap dengan ipar yang membawa mobil. Kak Ira membawa tidak bisa kencang, karena dia juga takut kalau pagi hari jalanan penuh dengan pengendara. Cemas dalam hati yang tak menentu, panik dan takut terlihat jelas di wajah Sany.
4.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 157 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

ujar Hero sambil menyiapkan posisi sepedanya. Veline dengan lincah duduk di bagian belakang sepeda. Sepasang tangannya sudah melingkar di pinggang Hero. Hero mulai mengayuh sepeda pelan-pelan menyusuri jalan kecil. Sepeda tua itu berderit-derit setiap kali rodanya berputar. Angin siang yang sepoi-sepoi membuat perjalanan terasa menyenangkan, meskipun Veline sesekali mengeluh.
1019.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 750 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

tanya balik Nic datar, masih dengan menggowes. Bibir Amarise mengerucut. “Dua sepeda. Bukan satu untuk berdua,” jelasnya setengah kesal. Nic mengedik sekilas. “Aku hanya memiliki satu sepeda. Tidak berniat mengoleksi, kecuali untuk mobil dan motor.” Amarise mencibir, “Benarkah? Kamu memiliki segalanya dan hanya memesan satu unit sepeda buatku, kenapa sulit?”
105.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 131 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
After Marriage

After Marriage

"Sekarang ajari aku naik sepeda, ya, Kak?" "Siap!" Siera menggendong Galen ke atas sepeda roda dua itu. Tadinya ada empat, dengan dua orda kecil di belakang. Namun, Galen bilang tidak perlu itu, kaena ingin benar-benar mahir mengendarai si roda dua. Galen tertawa. Memegangi kemudi sepeda, ia serasa akan jatuh ke kiri kala Siera melepas sokongan di sisi kiri tubuh. "Jatuh, Kak. Gal mau jatuh."
1030.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

“Mobil masih bisa dipakai, bisa dinaiki… kalau kau merasa duduk di dalam mobil yang habis menabrak itu memalukan, aku bisa minta orang kirimkan...” “Leo, ini bukan soal mobil.” Adeline menatapnya, “Aku hanya ingin bersepeda. Itu saja.” Leo melirik sepedanya sejenak, lalu mengangguk. “Baik. Aku temani kau.”
9.2230.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.4K Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

komentar Sera. “Kak, ayo kita main sepeda!” Salsa berseru riang sambil menarik satu tangan kakaknya. “Main sepeda? Memangnya ada sepedanya?” “Ada!” Rania yang menjawab, tak kalah antusias dari Salsa. “Resort nyediain sepeda buat para tamunya.” Sera seketika terdiam. Bagaimana jika kedua adiknya tahu bahwa sebenarnya keberuntungan mereka ini direncanakan Raven?
1045.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang sadel sepeda
Ipakita ang mga Review (16)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Basahin ang Lahat ng Review
Sadena

Sadena

"Ikut dongg. Gue juga mau ke sana. Udah janjian nih belajar bareng." Sadena terdiam sesaat, ia meneliti sebentar penampilan Selin. Cewek itu membawa tas besar pink yang sering ia bawa ke sekolah. Okelah, Sadena percaya pada Selin. "Yaudah cepet naik!" "Yeay!" Dengan tingkahnya yang absurd itu, Selin menaiki motor Sadena, lalu memasang helm yang di sodorkan cowok itu padanya. "Udah siap?" tanya Sadena.
1011.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 257 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

"Arvasathya itu PC, ya? Kupikir dari PG." "Ya, karena Mas Hansel anggota PC. Bukan PG." "Dia turun sendiri?" "Yups. Dia bosan di Australia dan New Zealand. Makanya dia keliling benua lain, sambil ngawasin tender." *** Malam kian larut. Aditya memasuki kamar Alodita di lantai dua, yang masih terang benderang. Dia celingukan mencari sang istri, yang ternyata tengah berada di kamar mandi.
101.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 30 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
LELAKI CADANGAN

LELAKI CADANGAN

Ketidakwarasan Susan ini pun tidak berhenti sampai di situ, Luna yang sedari awal berusaha untuk menghindari akhirnya terpancing juga. "Beginilah namanya seorang pelakor, dia hanya datang saat para pria berada dalam kejayaannya saat mereka bangkrut mereka akan dengan cepat-cepat memutuskan hubungan dan berlari Pergi sambil mengkeruk semua hartanya!" Susan mengatakannya sambil menunjuk wajah Luna dengan jari telunjuknya.
103.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 94 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

“Kamu bawain tas aku ya. Trus pegangan, nanti jatuh.” Matari hanya berani memegang tepian sadel dengan sikap ragu. Diam-diam Davi tersenyum senang menyadari Matari duduk begitu dekat dengannya saat ini. Hanya jarak beberapa centimeter saja. Yang Matari tidak tahu adalah, betapa gugupnya Davi saat ini. “CIYEEEEEEE, remaja tahun 80-an nih naiknya SEPEDA!” seruan tim sepakbola terdengar meledek Davi sambil tertawa-tawa.
1015.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 527 Beses bilang sadel sepeda
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status