Terjerat Takdir Tuan Saka
Merasa asing dengan sebuah kata yang baru Saja ucapkan, ‘tolong’.
Biasanya, perintah Saka akan terasa tegas, dan tanpa basa-basi. Tak pernah ada kata ‘tolong’ di antara instruksinya. Bukan karena kasar, tapi karena memang Saka bukan tipe yang memperhalus kata. Dan sekarang, kalimat itu meluncur begitu saja. Seolah... alami.
"…B-baik, tuan," sahut Nico akhirnya, sedikit ragu namun tetap cepat. Matanya kembali ke jalan, namun pikirannya tidak.