Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Siwi menggenggam tangan Aditya, meminta pria itu menatapnya, “percaya deh, nggak ada seorang pemimpin yang sempurna.” “Kamu benar, dan aku sedang mengusahakan itu.” “Nggak akan bisa, Dit. Setiap manusia pasti punya banyak kekurangan. Ayolah, kalau kamu ragu menyetujuinya, kamu bisa pandang dia sebagai seorang ibu dan anak kecilnya. Kita nggak tau kesusahan apa yang sedang dihadapinya.” “Nggak akan bisa utuh jika seorang pemimpin menggunakan perasaannya untuk mengatur perusahaan, Wi. Nggak bisa kamu ajari supaya aku seperti itu.”
1034.9K viewsCompletedAdded to Library 941 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Darah dan Takdir

Darah dan Takdir

Mereka berbicara dengan suara rendah, nyaris berbisik, tetapi setiap kata yang mereka ucapkan mengandung niat yang jelas—niat untuk mengembalikan sesuatu yang mereka yakini sebagai hak mereka. “Dia mungkin telah dinobatkan,” kata salah satu dari mereka, suaranya dipenuhi dengan kebencian yang tertahan. “Tetapi dia belum menang.” Seorang pria yang lebih tua, dengan wajah yang penuh garis-garis usia, mengangguk perlahan. “Kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat,” katanya. “Karena seorang pemimpin yang terlalu percaya diri akan selalu membuat kesalahan.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Raydan akhirnya bersuara lebih dalam. “Banyak orang salah paham soal kepemimpinan, Om. Memimpin itu bukan soal siapa yang lebih banyak tampil. Memimpin itu soal siapa yang berani mendengarkan, berani mengalahkan egonya sendiri.” “Kalau saya minder karena istri saya cerdas, artinya saya tidak pernah benar-benar percaya pada diri saya sendiri.” “Dan kalau cinta kami diukur dari panggung, itu bukan cinta, tapi persaingan.”
101.7K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Kata-kata Raka menembus hingga ke relung hati “Seorang pemimpin yang baik adalah yang mendengar, memahami, dan belajar dari sastra. Karena dari sanalah kebijaksanaan sejati muncul. Betapa banyak pemimpin yang lalai, lupa akan nilai-nilai luhur yang tertulis dalam hikayat dan syair. Jika kerajaan hendak jaya, maka para pemimpinnya harus menjadikan sastra sebagai pedoman, bukan sekadar tontonan.” Kata-kata Raka terdengar menyinggung, seolah menyentil Raja Mahesa Warman serta para pejabat kerajaan. Namun, alih-alih marah, mereka justru terdiam. Wajah raja tampak berpikir dalam, sedangkan para pejabat menunduk. Mereka merasa tertampar, menyadari bahwa banyak hal yang telah mereka abaikan dalam k
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status