Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

“Jika kita terlalu sombong untuk mengakui kesalahan, terlalu kaku untuk mengubah arah, orang-orang akan menderita karenanya.” Aku menggerakkan jari-jariku, bersyukur pendarahannya sudah berhenti. “Pemimpin harus mau belajar. Mau menghadapi tantangan. Begitulah cara kita melayani, bukan hanya memerintah.” Ravenaa tersenyum mendengar itu. “Kedengarannya seperti seseorang yang akan kupercayai untuk memimpin.” Keheningan meliputi kami.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Pantaskah kalimat sevulgar tadi terucap dari lisan seseorang yang seharusnya dijadikan panutan. Meski hanya mereka yang ada di sana, bukankah seharusnya seorang pemimpin tetap menjaga tutur kata dan sikapnya. Hal itu berlaku di semua tempat dan kesempatan bukan. Atau memang seperti inikah watak sang jenderal yang sesungguhnya. Bermulut kotor dan tidak berpendidikan.
1056.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Ia tahu, kata-kata Dimas bukan sekadar keluhan, tapi jeritan batin seorang lelaki yang sedang berjuang menjaga martabatnya. “Dimas,” suara Sekar lembut namun tegas, “menjadi pemimpin bukan soal di mana kamu tinggal, tapi bagaimana kamu bersikap. Jangan ukur dirimu dari pandangan mertua atau orang lain. Lihatlah bagaimana istrimu memandangmu, bagaimana anakmu kelak mencontohmu. Seorang suami bukan ditentukan oleh rumah siapa yang ia tempati, tapi oleh keberanian untuk tetap berdiri, meski di bawah atap orang lain.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Era Baru

Era Baru

Salah satu pemimpin kelompok melihat gerakan Barata, lantas dia berkata, “Semuanya!!! Jangan pedulikan lagi para keparat itu!! Saat ini kita memiliki bajingan-bajingan yang mengacau kesempatan kita untuk memenangkan pertempuran ini sehingga kita memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan banyak sumber daya yang bisa memberi kita kehidupan yang lebih baik. Angkat senjata kalian dan jangan ragu untuk bertarung. Serang!!” Pemimpin lainnya mendengarkan kata-kata pria itu, dan dia tidak dapat menerima perkataan itu. Lalu, dia segera berbicara dengan keras, dan berucap, “Kalian adalah para pemenang, kalian sudah melalui berbagai macam rintangan, dan memenangkan banyak pertempuran. Tangan kalian su
1057.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Dia menuliskan baris pertama dari materi pengantarnya. Sebuah kalimat yang ditarik langsung dari kebangkrutan moral masa lalunya. "Bukan tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik." Arjuna menjeda ketikannya. Matanya menatap tajam ke arah deretan huruf itu. Lalu, dia melanjutkannya. "Tapi tentang bagaimana menjadi manusia yang baik saat berada di posisi pemimpin." Dua belas kilometer dari sana, di sebuah restoran bernuansa kayu di kawasan pusat bisnis.
9.469.4K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Terjebak di Negeri Dongeng

Terjebak di Negeri Dongeng

tanyanya ragu "Tenanglah, aku akan bicara pada Romo. Yang penting kau harus menyiapkan diri. Karena menjadi pemimpin itu artinya kau harus melayani rakyatmu. Bukan menindas, bukan menakut-nakuti. Jadilah pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang." Hatiku menghangat, belum pernah aku merasakan kedekatan seperti ini sebelumnya. Ternyata begini rasanya memiliki keluarga, mencintai dan dicintai. Dimas Wiraguna tampak berkaca-kaca mendengar keinginanku, aku memeluknya hangat.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Bangkitnya sang Menantu Benalu

Bangkitnya sang Menantu Benalu

Dari meja kerjanya Stefan berbicara lantang dan didengar oleh sebelas orang lainnya. “Pemimpin bukan berarti lebih pintar dari yang lain. Tugas pemimpin adalah memastikan bahwa semua orang mampu mengeluarkan ide-ide cemerlang. Pemimpin bisa pintar, tapi mesin bisa jauh lebih pintar. Orang pintar menggunakan otak, sementara orang bijak menggunakan hati. Mesin tidak akan bijak karena tidak punya hati. Pelajaran yang bisa diambil adalah jadilah pemimpin bijak yang selalu menggunakan hati dan mau mendengarkan ide dari siapa pun.”
1040.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
KARMA SEORANG PEBINOR

KARMA SEORANG PEBINOR

Eyang putri berkata seperti itu sambil mengetuk meja dengan buku jarinya Pernah aku menanyakan, mengapa Eyang putri selalu mengatakan 'amit-amit' sambil mengetuk meja jika mengatakan sesuatu yang dianggap kurang baik. Beliau menjawab kalau kita mengatakan 'amit-amit', hal buruk tersebut tidak akan terjadi, justru yang terjadi adalah kebalikannya. Entahlah…Eyang putri ada-ada saja
101.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Pendekar Kitab Iblis

Pendekar Kitab Iblis

Dengan hati-hati, ia menjawab, "Kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi tentang kemampuan untuk melindungi dan menginspirasi orang lain, serta mengatasi keburukan dengan kebijaksanaan dan keadilan." Cahaya kitab menyusut sedikit, menandakan bahwa jawaban tersebut benar. Halaman kitab berikutnya terbuka. Pertanyaan Kedua: "Bagaimana cara seorang pemimpin harus menghadapi kesulitan?" Shian Long berpikir sejenak, mengenang pengalaman dan pelajarannya. "Seorang pemimpin harus menghadapi kesulitan dengan keberanian dan tekad, namun juga dengan hati yang penuh empati. Mereka harus mampu memimpin dengan contoh dan berfokus pada kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya."
1032.2K viewsCompletedAdded to Library 772 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Hudson pura-pura tidak mengerti. Kapten melirik salah satu bawahannya. Dengan sigap petugas itu membuka tas dan mengeluarkan beberapa berkas. “Mengubah bukti dengan sengaja, melenyapkan bukti dengan sengaja, membantu pelaku untuk menyuap petugas lain, membantu pelaku untuk menghilangkan nyawa sesama petugas. Ikut berperan dalam kekerasan pada anak di bawah umur. Astaga.” Kapten menggeleng tak percaya. “Aku tidak memahamimu, sungguh. Kenapa kamu sangat jauh meninggalkan norma yang sudah kamu pelajari selama ini? Dimana integritasmu? Dimana loyalitasmu?”
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as kata-kata bijak pemimpin
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status