Kebangkitan Sang Putri Terbuang
"Setiap kata yang kalian ucapkan memiliki konsekuensi. Setiap ejekan, setiap fitnah, setiap tawa yang kalian lepaskan di balik tirai—semua itu bukan tanpa risiko. Jika kalian melontarkan kata yang menusuk, bersiaplah menerima bayaran dari kata itu."
Ia mencondongkan tubuh sedikit, suaranya semakin rendah, menghantam ruang dengan ketegasan: "Aku tidak akan menjadi wasit bagi setiap dilema kehormatan. Jika kalian merasa dirugikan, pikirkan baik-baik sebelum menggunakan lidah sebagai senjata. Dan jika kalian terus memilih menebar fitnah dan hinaan, jangan mengeluh ketika balasannya datang—entah dari hukum, atau dari tangan yang kalian sakiti."