Sistem Aura (Infinity)
“ Beberapa lama menutup wajahnya, menenangkan laju napasnya. Senak dadanya dan rasanya ingin sekali meneteskan air mata untuk meringankan bebannya hari ini.
Masih cukup tidak menyangka dia mengalami nasib sesial ini. Pelaku yang menggunakan teknik verbal, gestur tubuh dan penampilan yang meyakinkan telah dengan lihai membuat Kael teperdaya, menempatkannya dalam keadaan tidak punya pilihan. 'Hebat', batinnya—bukan pujian untuk tindak kejahatannya, tapi pujian untuk kesanggupan pelaku membentuk kondisi meyakinkan.
Kendatipun pengalaman berharga termuat di dalamnya, ia justru lebih berharap tidak memiliki pengalaman sebajingan itu sama sekali.
Apalagi tidak mungkin baginya lantas berputus asa s