Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Mata Andre berbinar, rasa bersalahnya lenyap, dan senyum puas kembali menghiasi bibirnya. “Mila benar, Tasya. Berhenti main-main. Aku tidak pernah bilang aku meremehkanmu karena kamu penyandang disabilitas, jadi kenapa berbohong padaku? Begini, tarik kembali ucapanmu dan setuju untuk ikut dengan kami ke Kota Habi. Aku tidak akan menyalahkanmu karena berbohong padaku. Ini kesempatan terakhirmu.” Aku terkejut dengan kata-katanya.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Siasat Hunter Penakut

Siasat Hunter Penakut

Sesaat ketika cahaya tampaknya sempat muncul di tengah-tengah keputusasaan mereka tadi, ternyata semua itu hanyalah sebuah harapan palsu yang kejam. Keempat Hunter peringkat D itu tampak begitu bersinar, kuat, dan menjanjikan beberapa menit lalu, namun sekarang, semuanya hancur berantakan dan sia-sia dalam sekejap mata.
10256 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Kalimatnya membuatku terpaku dan mengerjapkan mata beberapa kali karena terkejut dengan kalimatnya, "Apa maksudnya itu? Kamu mau kasih aku harapan palsu?" Tama menggelengkan kepalanya, "Ya bukan, sayang. Aku cuma mau bantu kamu supaya kamu nggak mikirin prespektif dari mereka." "Tapi kan aku nggak tahu gimana dan siapa aku sekarang? Aku cuma bisa mengandalkan apa yang kamu bicarakan." Ekspresi Tama melembut, "Makannya aku bilang kalau aku salah. Aku emang nggak pernah cerita karena itu cuma masa lalu."
1031.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO

Gagal Cerai: Mengandung Benih CEO

Kenapa pria itu mempermainkan dirinya seperti ini dengan memberikan harapan palsu seperti ini? Tubuh Keina melorot jatuh ke bawah. Ia menelungkupkan wajahnya ke atas lutut. Sakit sekali... Rasanya sangat sakit, ia merasa sangat bodoh karena melakukan banyak hal demi acara hari ini. Namun, lihat apa yang dilakukan oleh pria itu. Alden mengecewakannya lagi dan lagi. Kenapa Alden harus memberikan harapan jika ia hanya akan menjatuhkan dirinya dengan kejam seperti ini?
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Suamiku seorang Mata-Mata

Suamiku seorang Mata-Mata

“Ini berita palsu. Apa polisi tidak melakukan penyelidikan sebelum memutuskan kalau kami ini teroris?” “Hartono menjanjikan polisi itu kenaikan pangkat kalau kalian berhasil ditangkap. Teroris itu kasus besar, asal kau tahu saja. Mereka tak akan peduli kalian benar atau salah. Media sudah menggiring opini kalau kalian berdua adalah makhluk jahat yang akan menyakiti sekelompok orang tak berdosa. Sedangkan Hartono, malaikat tak bersayap yang baik hati dan dermawan, menjadi korban yang tak berdaya.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Putri yang Tak Diharapkan

Putri yang Tak Diharapkan

Aku berkata, lalu pergi tanpa menoleh. Di belakangku, jeritan dan sumpah serapah Karina menggema, tapi aku tak akan pernah kembali. ... Satu tahun kemudian. Aku duduk di kantorku di puncak menara tertinggi Harapana, tenggelam dalam pekerjaan. Dunia ilegal Novarelle punya ratu baru. Dan tak ada yang lagi ingat putri Keluarga Mahendra yang penurut dan menyenangkan itu.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Sangkar Emas Sang Putri Tawanan

Sangkar Emas Sang Putri Tawanan

Senyum yang tadi lebar segera hilang, digantikan dengan ekspresi pura-pura ramah yang penuh kepalsuan. “Ka-kau benar bisa membantuku?” tanya Kaia penuh harap. “Mungkin,” jawab Hunter, suaranya tetap penuh teka-teki, mempermainkan harapan yang tergantung di udara. Kaia menggigit bibirnya yang bengkak, sisa dari kekerasan yang dia alami beberapa hari sebelumnya. Rasa sakit itu menyadarkannya pada realitas yang pahit, tapi harapan akan kebebasan mendorongnya untuk tetap bertanya meskipun penuh keraguan. “Apa yang bisa kau lakukan untuk membantuku?”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Seratus Kali Janji Palsu

Seratus Kali Janji Palsu

Dia mengaku dirinya hanya sempat khilaf dan terjebak rasa iba. Dia bahkan memanfaatkan akun resmi perusahaan untuk menandai namaku. [@Cesya, ini adalah satu-satunya cinta dalam hidupku, juga satu-satunya nyonya Grup Lardi! Cesya, aku mohon menikahlah denganku!] Aku hanya tersenyum miris. Menganggap semua itu seperti lelucon belaka. ... Pertunjukan lain pun selesai dengan lancar. Aku menerima buket mawar merah muda yang diberikan Saka.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Karma Pengkhianatan Calon Suamiku

Karma Pengkhianatan Calon Suamiku

Ia bahkan masih mengikuti akun mantannya dengan akun palsu yang ia buat khusus untuk stalking. Pelayan datang membawakan pesanan Sasa, menghentikan pembicaraan mereka. Setelah itu, mereka mengobrol santai soal pekerjaan masing-masing. ✨✨✨ "Nanti kapan-kapan kita bisa kerja sama, nih, Han. Siapa tahu kantormu mau bikin konten buat usahaku," ucap Sasa antusias saat mereka berjalan pulang ke hotel.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Rendra melihat buku harian itu, lalu menatapku dengan sinis dan heran. "Jadi kamu mau menahanku dengan cara ini?" tanya Rendra. "Citra, apa kamu terlalu banyak menonton drama? Siapa yang nggak pernah buat janji manis waktu remaja? Semua janji itu Cuma omong kosong. Aku bilang itu cuma untuk membodohimu. Kamu benar-benar percaya? Konyol sekali," lanjut Rendra. Aku tersenyum kecut. Aku mengetuk pelan buku harian itu dengan jari, lalu berkata, "Kalau begitu, tulis saja di atasnya."
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai kata kata pemberi harapan palsu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status