MEREBUT CINTA USTADZ ABIZAR
“Maaf, jika kemarin aku membuatmu kecewa dan marah. Tapi kemarin aku tidak tahu seperti apa gadis yang akan di jodohkan denganku. Tapi sekarang, setelah aku melihatmu dalam bersikap dan bertutur kata. Ternyata Allah menunjukmu untuk menjadi pendampingku. Maukah, kamu menjadi kekasihku di dunia dan di akhirat?”
Hanina yang bersembunyi di balik pohon mengigit ujung kerudungnya karena baper. Dia tidak menyangka, Ustadz dingin itu bisa melamar sahabatnya seromantis itu. Andai dia yang jadi Afura, pasti sudah terbang melayang ke langit ke tujuh.
“Duh, kapan aku di lamar kayak gitu!”
“Hem! Hem! Insya’Allah Dek Hanina. Setelah pengabdian dua tahun saya akan melamar adek,” timpal Ustadz pendamping
Bab Populer