Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Bertemu Denganmu

Ketika Bertemu Denganmu

Ares mengecup kening Vintari sambil menyerahkan kotak hadiah itu. Vintari tersenyum penuh haru. Dia menatap pada Ares dan berterima kasih, kemudian megalihkan pandangannya pada Belva yang telah tersenyum padanya. “Bukalah, Mom,” ucap Belva. Vintari mengangguk dan membuka kado itu. Sebuah kalung berlian yang sangat mewah tersimpan di situ. Mengilat penuh kemilau dan terlihat cantik sekali. Modelnya yang tidak terlalu berlebihan, tapi tetap memberi kesan elegan dan mewah. Vintari jelas langsung jatuh cinta saat melihatnya.
1017.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 497 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Istri Dalam Sangkar Emas

Istri Dalam Sangkar Emas

Bahkan tidak ada kehangatan keluarga di ruangan ini, hanya aku sendirian yang selalu menempatinya. Waktu yang terus berputar dalam keheningan membuat mataku perlahan terpejam, aku tertidur dalam keadaan duduk di atas sofa. Menunggu Mas Fajar kembali dan juga menunggu Aluna untuk turun dan makan malam. "Pukul sebelas," gumamku pelan, mataku masih setengah terpejam saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam lewat beberapa menit.
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 75 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Mencintai Musuh Ayahku

Mencintai Musuh Ayahku

Sang waiter berpikir ada masalah dengan hidangan yang tersaji. "Nggak ada, makasih, Mas. Saya sedang menunggu seseorang." Waiter kembali ke tempat setelah mendengar jawaban Utami. Untuk ke sekian kalinya Utami memeriksa waktu di jam tangannya. Sudah sepuluh menit berlalu dari pukul sepuluh malam. Itu artinya sudah dua jam lebih Utami menanti. Ya Tuhan, ada apa? Kenapa Jo belum datang?
105.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 163 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Cecil yang melihat kekhawatiran ibunya, langsung berkata pada ibunya dengan tatapan mantap, "Bu, tenang saja. Aku nggak akan pernah menyesali keputusanku." Keesokan paginya, Evan bersikeras menyetir sendiri untuk menjemput Cecil dan orang tuanya. Orang tua Evan sudah menunggu di ruang privat restoran. Begitu Cecil masuk ke ruang privat, tatapannya langsung tertarik oleh beberapa kotak mutiara merah yang sangat indah. Ibu Evan, Cindy Darmawan, langsung memegang tangan Cecil dengan ramah begitu melihatnya. Matanya penuh dengan rasa suka yang tidak bisa disembunyikan.
14.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 460 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status