Mendadak Dilamar Pria Tampan
“Apa, dong, namanya kalau bukan cinta? Kenapa, sih, sayang masih gengsi ngaku cinta?”
“Udah, ah, aku mau tidur.” Aku pun memunggunginya. Seperti biasa, ia langsung memelukku lalu mengusap-usap perutku.
Apa sebaiknya aku jujur dengan perasaanku kepada Mas Arfan? Namun, entah kenapa aku masih ragu. Ada apa dengan hatiku? Kenapa keraguan itu sulit terelakkan? Ada apa sebenarnya? Harusnya aku yakin kalau ia sangat mencintai dan menyayangiku.
인기 회차