Terjebak Mantra!
jam kerja masyarakat industrial, maupun kesadaran waktu linier dan kosmologi positif yang digariskan yang dituntut oleh kerangka produktivitas kerja modern maupun nalar pengejaran materialistiknya, alias menuruti langgam pencarian dasar kenyataan ontologi terkait realitas yang ditemukan di dasar kenyataan realitas semesta terdasar bernama materi.
Dari sejak era polemik Kebudayaan di tahun 1930an, Surat Kepercayaan Gelanggang 1950, ataupun geger Manifes Kebudayaan di tahun 1963, dan bahkan hingga era keterbukaan informasi hari ini, saya merasa, kita sebagai sebagai bangsa tak pernah kunjung menemukan rumusan dan tawaran final atas keterbelahan “kebudayaan” kita (sebut saja begitu): antara di