Yang Terpilih
Desman meraih lagi seekor kepiting kecil yang berusaha menyelamatkan nyawanya dengan membiarkan dirinya terhanut oleh riak ombak yang menepi, lalu melemparkannya padaku.
“Desman!” Aku menjerit histeris. Aku berani memegang kepiting kecil sejenis ini sebenarnya, tapi aku terbawa situasi kepanikan Soca. Desman tertawa terbahak dan aku tidak terima dengan perlakuannya, aku mengejarnya sekuat yang kakiku bisa lakukan. Ia tertawa, sesekali kepalanya menengok ke arahku, meledek. Atau ia berhenti sejenak meraup air laut dengan kedua tangkup telapak tangannya, lalu melemparkannya padaku. Selalu begitu.