Malam Pertama Si Gadis Desa
"Iya aku akui, aku mencintai A Ajat, betul! Kamu benar. Kita juga sering ngaji bersama karena memang dia guru, dia yang mengajariku, belajar agama bersama. Semua aku tau dari dia. Karena itu aku mencintainya."
Gadis itu kini berjalan mendekati Zafar dan beridiri di sampingnya. "Tapi saat aku menikah... Apa masih pantas mengharapkan itu semua? Enggak... Aku sudah mempunyai tanggung jawab sekarang, kisahku bukan dia lagi, tapi kamu! Semuanya sekarang sudah berbeda, sekarang kami hanya sebatas guru dan murid, bahkan aku berusaha untuk menghindarinya saat dia ada. Tapi kenapa kamu terus menuduhku seakan-akan kalau aku ini masih menyimpan hati padanya, sedangkan hidupku sekarang adalah kamu!"