Ahli Waris
teriak salah satu dari mereka sembari menunjukkan jari tepat ke wajahku dan Cinta.
“Heh! Kamu itu kalau ngomong yang benar. Kalau maling ngaku, penjara itu ramai, penuh, sesak, kaya orang ngantri sembako, gimana sih. Ngomong yang benar, jangan malu-maluin gurumu,” kata Bu Guru dengan melirikku sinis kemudian menepuk jidatnya.
“Lalu, aku harus ngomong apa Bu Guru? Itu aku pikir sudah pas.”
Hot Chapters