Kesayangan Sang Dosen
Itu adalah hadiah perpisahan yang luar biasa.
Ratih: Saya janji akan kirimkan kabar wisuda dan undangan pernikahan saya kelak. Terima kasih, Ryan. Untuk semuanya. Untuk cinta kilat yang Bapak berikan.
Ratih mengaktifkan mode pesawat, mematikan ponselnya. Ia bersandar di kursi, memejamkan mata. Ia telah mendapatkan cintanya, meskipun hanya kilat. Kenangan selama tiga hari itu, genjotan Ryan, sentuhan Ryan yang lembut, dan semua kata-kata jorok yang terlontar, akan menjadi rahasia terbesarnya. Ratih kini fokus pada Bali, skripsi, dan janji untuk menemukan pria baik yang akan menjadi takdirnya.