Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa
Pada hari ulang tahunku, Alex yang memberi bocoran di media sosial bahwa malam nanti akan memberiku kejutan ….
Malah lebih dulu membuatku melihat foto dirinya yang dikirimkan ke media sosial oleh asistennya. Di dalam foto, dia tampak sedang menunggangi kuda bersama asisten wanitanya sore itu.
Di foto itu, kerah baju Alex terbuka dan memperlihatkan bekas kemerahan di dada berototnya.
[Pengalaman pertama dalam hidup, terima kasih padanya ….]
Kolom komentarnya langsung ramai orang-orang yang ikut menggoda:
[Iri sekali bisa menyentuh otot dada sebagus itu ….]
[Posisi begini memang sulit dikendalikan ….]
Bahkan Alex sengaja memberi like pada komentar itu.
Hatiku menjadi dingin sepenuhnya.
Aku selalu mengira dia hanya bersikap lebih bebas saat bersamaku, tetapi ternyata … dia bisa begitu dengan siapa pun.
Aku sendiri yang memandikan kudanya dan menghapus semua jejak yang tersisa.
Lalu mengalihkan kepemilikan arena berkuda itu kepadanya.
“Kuda-kuda yang tersisa ini boleh kamu berikan pada siapa pun. Pilih saja sesukamu.”
Melihat ekspresi wajahnya yang begitu gembira, akhirnya aku menyetujui perjodohan keluarga.