Dewa Perang Tak Tertandingi
Raka menyipitkan matanya dan berkata perlahan, “Kamu anak pemilik klub malam ini? Bagus sekali! Kalau kamu memang mau jadi anjing, aku akan mewujudkan keinginanmu!”
Mewujudkan keinginan? Pemuda yang dijuluki “Pangeran” itu menatap Raka. Senyuman sinis di bibirnya semakin lebar. Di Kota Yark aini, boleh saja tidak tahu siapa wali kotanya, juga boleh tidak tahu orang-orang kaya dan berkuasa, tapi tidak boleh tidak tahu “Pangeran”.
Tidak ada seorang pun yang berani menyinggung si “Pangeran”. Semua orang yang pernah menyinggungnya sudah mati!