KRAMLER
Meskipun begitu, soal prestasi, tim Marwen berada di urutan kedua puluh delapan, dan itu disebabkan kekeraskepalaan dan kemampuan Marwen dalam mengambil keputusan.
Saat mereka melewati jalan itu, tiba-tiba pintu sebuah rumah besar yang berada di tepi jalan itu terbuka. Dari balik pintu, keluar seorang pria berbadan tambun yang selalu berkeringat sehingga kulitnya tampak licin. Seluruh rambutnya sudah memutih. Bahkan janggut dan alisnya juga sudah memutih. Ia tampak ketakutan, tetapi jelas sekali tengah berusaha untuk terlihat tenang. Ia menghampiri mereka dengan langkah yang tampak berat. Marwen dan ketiga anggota timnya memasang sikap waspada.
"Salam, para ksatria-ksatria hebat, selamat dat
Hot Chapters