Brian Khrisna memang punya beberapa karya yang menarik, tapi kalau harus memilih satu, 'Cantik Itu Luka' selalu jadi favoritku. Novel ini bukan sekadar cerita—ia seperti lukisan hidup yang penuh warna, bau, dan rasa. Eka Kurniawan (nama asli Brian Khrisna) membangun dunia yang begitu kaya, mulai dari magis realismenya sampai karakter-karakter yang ambigu. Aku ingat betapa terpukau saat pertama kali membaca bagaimana Ibu Dewi digambarkan: kompleks, brutal, tapi juga menyentuh. Bahasanya yang puitis tapi tajam bikin nggak bisa berhenti membalik halaman.
Yang bikin 'Cantik Itu Luka' istimewa adalah cara Eka/Khrisna mencampur sejarah Indonesia dengan mitos lokal. Adegan-adegan seperti perang melawan Belanda atau kehidupan di bordil disajikan dengan gaya yang nggak biasa—kadang lucu, kadang mengerikan. Aku pernah rekomendasiin ini ke temen bookclub, dan semua sepakat: ini mahakarya yang nggak cuma dibaca, tapi 'dialami'.