Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

Aku bertemu pria misterius itu ketika pindah kontrakan, dia begitu baik dan tampan. Namun, entah kenapa aku tertarik padanya padahal aku curiga kalau dia memiliki hubungan dengan Ibu kosku. Walaupun begitu, aku tidak berdaya ketika ayah justru menjodohkan aku dengan Mas Ragil itu. Selain karena desakan ayah, aku setuju menikah juga karena dua adikku. Rumah tanggaku berjalan tidak seperti yang aku harapkan, karena setelah kedua adikku menikah, masalah rumah tangga mereka mengganggu hubungan pernikahanku. Kemisteriusan mas Ragil akhirnya terbongkar satu persatu. Sungguh sejak saat itu aku jadi tahu kenapa ayah menjodohkanku. Ternyata Dia pria luar biasa, yang membuatku tidak pernah menyesal menikahinya. Permisi : Menemukan cinta sejati seperti Mas Ragil, seperti menemukan berlian di antara badai. Masa lalu yang buruk tidak akan memisahkan cinta kami. Apalagi hanya soal orang ketiga. Kekuatan jiwa dalam menjalani rumah tangga adalah kuncinya, meski otak kadang lemah untuk berpikir.
Urban
104.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Suami yang Jahat, Ayah yang Buruk

Suami yang Jahat, Ayah yang Buruk

Setelah dijadikan bank darah oleh cinta pertama suamiku, aku sakit hingga meninggal di rumah kontrakan yang disedekahkan oleh suamiku yang merupakan konglomerat. Hari ini adalah hari ketiga setelah kematianku. Putraku yang berusia enam tahun akhirnya menyadari ada yang tidak beres. Dia bermain mainan dan jarinya terluka, aku tidak menenangkannya. Dia membuka biskuit dan menyuapkan makanan ke mulutku, aku tidak menghentikannya. Dia berbaring dalam pelukanku, mencengkeram bajuku dan memanggil pelan "Mama," aku juga tidak memberi respons. Dengan panik, dia menemukan ponselku dan menelepon suamiku yang konglomerat itu. "Papa, kenapa Mama masih tidur?" Pria itu malah mengirimkan sebuah foto dirinya sedang menyantap makan malam tahun baru bersama cinta pertamanya, lalu berkata dengan dingin, "Cuma tidur, bukan mati. Hari ini malam tahun baru, aku sangat sibuk." "Katakan pada ibu kamu yang nggak tahu diri itu, kalau dia sudah mau mengakui kesalahannya, baru datang mencariku." Telepon ditutup. Anak itu tertegun lama. Dia memungut biskuit terakhir di rumah dari tempat sampah, mematahkannya menjadi dua, lalu menyuapkannya ke mulutku. "Mama, kita juga makan."
Short Story · Romansa
2.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Wina Gadis Penari

Wina Gadis Penari

Mama fia
Wina Puspita, seorang gadis yang harus berjuang menghidupi dirinya sendiri dan juga keluarganya. Ibunya yang kini menjadi janda, adiknya seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus, dan juga kedua keponakannya yang masih balita. Ayahnya meninggal dunia seminggu setelah dirinya lulus SMA. Kakaknya yang sudah bercerai dan meninggalkan kedua anaknya, terpaksa pergi ke Jakarta untuk bekerja di sebuah perusahaan konsultan milik omnya. Namun, siapa sangka, kakaknya diam-diam menikah dan mengaku bujang pada keluarga istrinya yang bernama Laila, sehingga Laila pun tak mau mengakui kedua anaknya. Wina sebenarnya ingin sekali bekerja, tapi keadaan ibunya yang harus merawat tiga orang anak sendirian membuat Wina tak tega. Wina dengan senang hati menerima tawaran Evi, guru tarinya, menjadi penari panggilan untuk mengisi acara. Paras Wina yang cantik, membuat banyak laki-laki yang rela membayarnya untuk menjadikan Wina istrinya. Banyak sekali godaan yang didapat Wina saat menjadi penari. Tapi Wina tetap bertahan, sampai pada akhirnya Wina menyerah. Dia diusir warga karena tuduhan pekerjaannya menjual diri dan tak pantas tinggal di kampungnya. Terpaksa Wina dan ibunya beserta adik dan kedua keponakannya pindah dan tinggal di sebuah kontrakan kecil di kota. Bagaimana nasib Wina selanjutnya? Silakan baca di setiap episodenya.
Romansa
101.9K viewsOn hold
Read
Add to library
QUALM

QUALM

Radzee
[ Jangan lupa follow sebelum membaca! ]Lashira Ayana. Janda lima tahun cerobohnya kaga tanggung-tanggung. Wanita dua puluh delapan tahun itu, harus menelan pil pahit sejak ketukan hakim disahkan, harta karun yang nyaris dia dapatkan hilang sudah, bagaikan layang-layang yang putus benang. Bayangan Kerajaan Green Andara Residence yang menjulang tinggi berjejer dengan Istana elit lainnya pun juga tinggal haluan semata. Kontrakan satu kamar dengan genteng pecah belah yang kalau hujan bocornya udah kayak air mancur itu menjadi pilihan terakhir untuk wanita berpenghasilan mepet macam dirinya. Janda kurang sentuhan yang tiap malam minggu cuma bisa gigit kuku sambil mantengin sinetron azab lewat TV buluk yang udah pantas jadi rosokan itu tetap percaya diri, karena setidaknya di balik nasib blangsaknya dia adalah jandanya Ken Farrel Alandra, pengusaha tajir mlintir yang juga menjabat sebagai dokter spesialis anak. Lelaki berwajah tegas dengan bibir keriting yang merontai-rontai minta dikecup plus brewok halus yang bikin pengen belai-belai ampe kepayang. Duh, coba aja masih sah jadi laki, udah pasti bakal ane cocol ampe pagi tuh manusia satu yang cakepnya nembus tulang belulang.
Romansa
2.5K viewsOngoing
Read
Add to library
Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Ini adalah malam tahun baru ketiga sejak suamiku bangkrut. Rumah kami begitu miskin sampai tidak tersisa beras sedikit pun. Dia bilang, dia ingin makan daging. Dengan suhu minus 20 derajat dan badai salju lebat, aku menahan dingin sambil mengendarai motor listrik tua untuk mengambil pesanan kerja lepas. Jalanan terlalu licin. Aku dan motorku terperosok ke selokan. Beberapa tulang rusukku patah dan di tengah salju yang menutupi langit, tubuhku perlahan kehilangan suhu. Menjelang ajal, tanganku masih mencengkeram erat kotak lauk daging goreng yang kubeli khusus untuk tambahan makanannya. Setelah jiwaku meninggalkan tubuh, aku melayang kembali ke rumah kontrakan kami yang selalu berangin, tetapi tak ada seorang pun di sana. Aku keluar dan melihat suamiku berdiri rapi dengan setelan jas di sebuah vila mewah yang hanya terpisah satu jalan. Di tangannya sedang menggoyangkan segelas anggur merah dengan santai. Sekelompok pengawal bersikap sangat hormat kepadanya. Aku melayang mendekat dan mendengar dia bergumam, "Aku benar-benar nggak kepengin lagi jalani hidup sengsara begini. Kalau wanita bodoh itu tahu aku pewaris orang terkaya, mungkin dia akan senang setengah mati." "Tapi, ke mana dia pergi? Kenapa belum pulang untuk masak? Benar-benar makin malas saja." Namun dia tidak tahu, aku tidak bisa pulang lagi.
Short Story · Romansa
1.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Aku sedang jual furnitur bekas di platform seken, tiba-tiba ada seorang perempuan kirim pesan untuk menawar harga, [Kak, harganya boleh agak kurang?] [Aku belum lulus kuliah, baru saja pindah dari asrama gara-gara berantem dengan teman sekamar. Pacarku yang mencarikan kontrakan untukku.] [Meskipun dia sangat kaya, bahkan bilang mau menikahiku setelah lulus, aku tetap nggak mau terlalu membebani dia.] [Boleh kurang empat puluh ribu, nggak? Nanti aku ambil sendiri ke sana!] Waktu masih kuliah dan pacaran dengan Steve, aku juga pernah rela mengayun sepeda umum selama dua jam hanya demi hemat sepuluh ribu. Meskipun sekarang aku hanya karyawan kantoran biasa, kondisiku lebih baik sedikit dibanding anak kuliah. Akhirnya, aku pun luluh dan menyetujuinya. Malam itu, dua orang muncul di depan gerbang komplek perumahanku. Si Perempuan dengan bangga berkata, “Aku hebat, ‘kan? Hanya keluar uang nggak sampai dua ratus ribu, tapi sudah dapat mesin cuci yang kondisinya masih 90% baru!” Si pria menyahut dengan nada memanjakan, “Iya… sayangku memang paling hebat.” “Tapi aku cari uang memang untuk membiayaimu, kamu nggak perlu sehemat itu.” “Suamimu ini direktur Grup Rosel, masa membiayai kamu saja nggak mampu? Sekali ini saja ya, lain kali jangan begini lagi.” Pria itu mendongak sambil tersenyum. Begitu mata kami bertemu, aku langsung mematung di tempat. Dia adalah Steve, pacarku yang pamitnya mau dinas keluar kota selama tiga bulan demi mendapat uang saku perjalanan dinas tiga kali lipat.
Short Story · Romansa
4 viewsCompleted
Read
Add to library
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
Short Story · Realistis
3.6K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status