Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NODA

NODA

POV Megantara. "Manis, lumayan feminim," ucapku mengamati kotak makan di hadapanku setelah jam makan siang tiba. Bibirku terus tertarik menikmati suap demi suap makanan dalam kotak makan berwarna pink berbentuk hati pemberian sang Calon Istri. Ponsel tiba-tiba berpendar dan bergetar. Sebuah notifikasi pesan dari Denis masuk. Aku pun membuka dan membacanya.
9.9189.8K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as snub-nosed
Show Reviews (36)
Read
+Library
lilis lilis
keren habisss... singkat padat jelas tidak bertele tele. romantis, sedih dan happy ending. tbanyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. terimakasih sudah menyuguhkan cerita yg alurnya seperti kehidupan nyata.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
SEQUOIA

SEQUOIA

Ia mengangkat kepalanya walau dengan pipi merah. Matanya menangkap sang musuh tertawa bersama selir-selirnya. Membuat sudut bibir Joi terangkat. Tanpa aba-aba, Joi menendang sang musuh tepat di hidung, sampai tersungkur jauh ke belakang. Ia memandangi ketua geng wanita -wanita ribet itu tanpa ekspresi. Ia memegang pipinya yang sedikit nyeri. Mengacuhkan darah yang muncul dari hidung orang yang ditendangnya.
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as snub-nosed
Read
+Library
Nature Squad

Nature Squad

Gadis itu gemas sendiri melihat hasil fotonya. "Ini dicetak ya, gue minta." Pemuda itu menunjuk salah satu foto selfie mereka. Dimana mereka sama-sama bergaya duck face dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V, tidak lupa dengan baground dipenuhi berbagai boneka.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as snub-nosed
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

Sangat cantik, hidung mancung serta bulu mata yang lentik membuat siapapun kaum adam terpesona oleh kecantikan Zanna. "Kamu?" tanya Kafka menaikan satu alisnya. Zanna mengangguk, lalu dia menundukan kepalanya karena takut, Kafka menatapnya bak harimau melihat mangsanya. Seisi kelas hanya terdiam, sedikit tidak percaya bahwa Zanna yang melakukannya. Fanna dan teman teman yang lain hanya ingin tau apa yang akan dilakukan Kafka kepada anak baru itu. "Nama?" tanya Kafka lagi.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as snub-nosed
Read
+Library
ANUBIS

ANUBIS

Air mukanya santai. “Wow,, keren sekali Ayah!” mata Fenhrir berbinar melihat teknik Huja barusan. Dia tidak pernah melihat teknik seperti itu, pasti sangat keren jika menguasainya untuk bertarung, dia tak akan terkalahkan dengan teknik itu.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as snub-nosed
Read
+Library
Snowborn Sword God

Snowborn Sword God

Meski masih kurus karena kurang gizi, matanya tajam dan fokus. Di tangannya, bukan lagi ranting rapuh, melainkan Tongkat Kayu Ulin yang sudah dia runcingkan ujungnya dan dibakar di atas api agar keras seperti besi. Di depannya, sekitar sepuluh meter, target pertamanya sedang mengais akar di bawah salju. [Status Window] Target: Babi Hutan Salju (Snow Boar) Level: 2 Berat: 80 kg
10518 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as snub-nosed
Read
+Library
Sadena

Sadena

Setelah itu, Sadena mengajak Selin menuju mobilnya. "Kamu bawa mobil?" tanya Selin, tatapannya tak lepas dari mobil putih di depannya. Pasalnya ketika di sekolah Selin hanya melihat Sadena menggunakan motornya.  "Lo lihat benda ini bajai?" Selin menyengir. "Odong-odong deh. Kurangnya lampu cuma dua. Nggak ada yang warna-warni." Sadena terkekeh atas jawaban ngawur barusan. "Oh. Lo pengen gue tambahin banyak lampu biar rame atau kita sekarang ke dokter mata?"
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as snub-nosed
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status