KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Ada apa, Aric?“ jeritku, kesal. Hingga tangis kembali pecah.
“Hei, Khai ... Kamu kenapa?“ balasnya membuatku tersadar dan lekas mengusap air mata dengan selimut.
“Khai ... are you, Ok?“ tanyanya lagi. Aku mengerjap pelan. Mengembuskan napas kasar.
“Iya, Ric. Aku oke, cuma biasalah periode awal menstruasi,“ jawabku sambil meremas selimut.
“Oh ... Kamu lagi haid?“ tanyaku. Membuatku mengumpat dalam hati.
“Iya, Ric. Ada apa? Kenapa suka sekali menggangguku?“ tanyaku lagi. Aric terkekeh pelan.
“Aku kangen kamu, Khai. Semenjak kita bertemu, aku semakin mengingatmu. Bahkan rasanya ada yang kurang, kalau aku tak mendengar suaramu,“ jawabnya.
Hot Chapters