Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali
Ia berucap tanpa minat, "Kalian sama-sama payah."
Hari Rabu yang cerah telah tiba, puluhan karya tangan menumpuk di meja guru. Diam-diam Dian mengintip pada lukisan teratas, ada nama Ayumi di sana.
"Benar-benar berlawanan dengan langit, seekor itik menggambar angsa tanpa malu!"
Cibirannya tepat memasuki gendang telinga, secara spontan Arkan menyela, "Gambarmu tidak lebih bagus dari itu."