Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Lah Takdir Ku

Kau Lah Takdir Ku

pagil seorang pria berbadan tegap dengan wajah sedikit sangar, melambaikan tangannya pada Pras. " Udah lama kamu datangnya, Do ? " tanya Pras sesampai di meja dimana temannya berada. Aldo teman satu negara dengan Pras, ia bekerja di salah satu perusahaan besar di bidang IT. Di tambah Aldo juga memiliki kemampuan di bidang hacker. Maka dari itu Pran meminta bantu Aldo mencari keberadaan wanita tersebut. " Belum baru sepuluh menit yang lalu"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

gertak Herman, Andi hanya nyengir kuda mendengar gertakan bos nya itu. "Lantas bagaimana ke depannya pak? perempuan itu malah menerima semua syarat dari bapak?" Andi bertanya penasaran pada Herman. "SIAPKAN ACARA PERNIKAHANNYA, BUAT SESEDERHANA MUNGKIN, DAN JANGAN SAMPAI ADA MEDIA YANG TAHU. KARENA AKU TAK MAU ISTRIKU MENGETAHUI HAL MENJIJIKKAN INI!!"
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Aku Mengalah

Aku Mengalah

"Lain kali ya, hari ini aku sibuk. Aku tutup dulu ya, assalamualaikum." "Waalaikumsalam," jawab Aldo berat. Ia mengacak rambutnya yang tak gatal dan mencoba berpikir keras bagaimana bisa bertemu dengan Afi. Aldo sadar jika Haris memang benar-benar sibuk, mengingat dirinya juga pengusaha sama seperti dirinya. Aldo mencoba menghubungi Faiz, karyawan terpercaya di kantor miliknya. Berharap ia akan bisa membantunya. "Hallo, assalamualaikum, Faiz."
1050.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

Kata-kata itu seolah tercekat dan tertahan di tenggorokkannya. "Apa aku salah menyukaimu? Apa aku salah juga ingin memilikimu?" Tanyanya berharap mendapatkan jawaban sesuai inginnya. "Maksud kamu?" Sela Abian meminta penjelasan dari kata-kata yang terlontar dari mulut gadis yang menurutnya terlalu frontal mengutarakan isi hati. Seperti yang ia katakan tadi, Ruth berbanding terbalik dengan Bening. Jika Bening selalu memilah-milih kata-kata untuk berucap, seolah penuh kehati-hatian, maka Ruth adalah kebalikannya, gadis ini terlalu bar-bar dan selalu blak-blakkan berucap.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Usai mengocoknya, Lana berhenti dan menunggu instruksi Caleb selanjutnya. "Ambil satu kartu,lalu buka," perintah Caleb. Lana pun mengambil satu kartu pada tumpukan paling atas dan membukanya di atas meja. "Buka satu lagi," ujar Caleb. Lana pun membuka satu kartu lagi dan meletakkannya di atas meja. Caleb tersenyum dan menghela napas lega. Wajahnya tampak puas mengamati dua buah kartu yang berjajar di atas meja.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

Ini bukan waktunya Saka bercanda. Langkah Ali terhenti saat matanya menangkap dua sosok yang sangat dia hapal. Dua sahabat Saka yang sama-sama liarnya, Iqbal dan Riko. Mereka sedang duduk di kapsul taman belakang lapangan basket. “Udah berangkat 15, sisa 12 masih di kelas, masih ada ujian, nggak bisa bolos.” Riko terlihat serius membaca pesan entah dari siapa.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Akad Yang Dijanjikan

Akad Yang Dijanjikan

dia tertawa “Sore rapat buat pengkaderan anggota baru bisa kan?” “Sip,” jawabnya ditengah mengunyah bakso. Kelas terakhir sudah selesai, kami berdua bergegas menuju bascamp untuk mengikuti rapat. Sesampainya disana terlihat sudah banyak orang yang hadir. Aku melihat bang Ikhsan melambaikan tangannya, dan bergegas menghampirinya. “Assalamualaikum,” ucapku dan Tiara berbarengan pada bang Ikhsan.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Kubiarkan Istriku Mengerjaiku

Kubiarkan Istriku Mengerjaiku

Aroma khas vagina Devi yang tercium seakan tidak menyurutkan niatan Hendra untuk melumatnya. "Aaaaa...hhhk geli banget Ndra..ssshhh..hhhaahhh" Devi terdengar mendesah ketika Hendra tampak memainkan klitoris Devi dengan lidahnya. Devi benar-benar merasakan sensasi yang berbeda dengan permainan semalam yang mereka lakukan. Setelah puas memainkan vagina Devi dengan bibir dan lidahnya, Hendra yang juga tampak sudah tidak sabar, membuka sendiri celana yang dipakainya. Batang kejantanannya yang sudah bangun sedari tadi tampak berdiri dengan tegaknya. Hendra bergerak menaiki tubuh Devi untuk kemudian mengarahkan batang kejantanannya ke bibir Devi yang masih dengan posisi tidur di bawahnya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai kulakukan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status