Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
100 Hari Bilang Sayang

100 Hari Bilang Sayang

Aku bingung harus melakukan apa, satu sisi merasa kasihan kepada Nyonya Mirna yang hidupnya tidak lama lagi. Hari liburan telah tiba. Pak Emil, Bu Zeva, dan Nafis sudah berada di area shelter transjakarta kampus Pandawa. Mereka dengan setianya menungguku yang terlambat karena semalaman kepikiran dengan omongan Prabu. “Bu Eka, tidurmu nyenyak?” tanya Nafis karena melihat mata pandaku. Ku jawab dengan anggukan walau sebenarnya aku kelelahan dari kemarin.
4.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 145 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

Jingga tak kuasa menolak, karena semua itu juga ternyata snagat diinginkannya. Pagi yang justru lebih panas dari mentari, membuat keduanya harus mengulang kembali persiapan pagi ini. "Hmmhhh, setiap pagi yaaa. Please!" pinta Badai sambil mengenakan kemejanya. "Terserah mas Badai saja." jawab Jingga sambil tersipu. Dia sendiri cukup terkejut dengan apa yang diucapkannya tadi. Namun bersama Badai, Jingga semakin merasakan rasa nyamannya.
825.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 975 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
100 Hari Bersamamu

100 Hari Bersamamu

Kantung mata Anggasta nampak menghitam, sudah empat hari ini ia selalu tidur larut malam karena mengerjakan pekerjaan rumah dan bangun pagi-pagi buta untuk ke restoran. Anggasta segera bergegas mandi dan hendak tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya, namun dari luar kamarnya terdengar suara mbok Jum yang tengah berbincang dengan seorang lelaki. Anggasta yang sedang mengantuk berat dan kelelahan tidak dapat mengenali dengan jelas suara lelaki itu, untuk memastikan siapa yang bertamu ke rumahnya Anggasta langsung keluar dari kamar dan menghampiri mbok Jum. "Mbok Jum," panggil Anggasta.
1015.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 428 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Kembaran Suamiku

Kembaran Suamiku

36. Kembaran Suamiku #cerbung #Kembang_suamiku "Mas, bangun, Sayang. Udah adzan subuh." Tangan lembutnya menyapu pipiku. Mengerjapkan mata dan duduk. "Semalam begadang, ya? Biasanya udah bangun, Mas?" "Hemm iya, Sayang. Semalem nyelesaiin urusan." "Urusan apa, Mas?"
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 236 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Flashback on Lima tahun lalu Dengung music menggema di pendengaran Ganesha. Dengan santai, ia terus menyesap wiski yang biasa ia nikmati saat berada nightclub. Memperhatikan lautan manusia yang mencari kesenangan dunia dari lantai VIP yang biasa ia tempati, mata tajammnya terus memperhatikan lekuk tubuh wanita penghibur yang mencari nafkah di dunia malam.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 120 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Satu Juta Semalam

Satu Juta Semalam

Ardian berlalu ke kamar mandi, berharap dengan mandi air hangat mampu meredakan sakit sakit di tubuhnya. "What! Apaan tadi? Gimana bisa ada makhluk di bumi yang setampan itu? Dia bangun tidur loh. Harusnya dia kumel, muka bantal, belekan atau minimal ada iler lah, kenapa gue lihat Ardian ganteng banget.... Oh mungkin mata gue aja yang udah nggak normal" Cerocos Lea memukul mukul pipinya sendiri, berharap dia segera sadar.
653 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Satu Milyar Untuk Semalam

Satu Milyar Untuk Semalam

Tidurnya dangkal, dipenuhi mimpi patah bayangan tangan berdarah, suara tawa Arcel yang menggema terlalu dekat, dan wajah Monika yang diam menatap tanpa kelopak. Ia menelan ludah. “Masih pagi,” gumamnya pelan, melihat jam di ponsel. Layarnya menyala sebentar, lalu kembali menampilkan tulisan yang sama seperti semalam. No Signal. Entah kenapa, itu membuatnya sedikit lega. Ara berdiri. Kakinya goyah sesaat, tapi ia memaksa tubuhnya bergerak. Diam terlalu lama hanya akan membuat pikirannya kembali berputar ke arah yang tidak ia inginkan.
857 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

Ia menatap langit-langit, kepalanya berat oleh sisa adegan semalam: desisan ancaman, bau besi, dan darah samar di bahu pria itu. Kania turun dari ranjang, merasakan lengannya merinding. Ia melangkah ke jendela, menatap pagi yang cerah. Apakah pria itu baik-baik saja? Setelah ia kembali ke unitnya, ia tidak lagi mendengar suara apapun. Ia seharusnya merasa lega, tapi yang ia rasakan hanyalah kekosongan, diikuti rasa ingin tahu yang tak tertahankan.
10867 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Dia tak memiliki banyak aset, karena sejatinya yang memiliki banyak harta adalah Lucas, bukand dirinya. Sophia mengawali hari dengan meminum secangkir kopi hangat dan pandangan kosong ke luar jendela, tetapi kini selalu diawali dengan rasa mual yang menghantam keras lambungnya. Sungguh, dia tak mengerti ada apa dengan dirinya.
633 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
Dinikahi Ayah Tiri

Dinikahi Ayah Tiri

Tok tok.. Basuki mengerjapkan matanya beberapa kali saat mendengar ketukan pintu kamarnya. Hal pertama yang dia lihat adalah jendela kamarnya yang menampilkan warna langit yang mulai menguning. Tanda jika hari mulai beranjak petang. Sepertinya Basuki ikut terlelap setelah menemani Dika tidur. Sehingga begitu bangun, tubuhnya merasa begitu lemas dan bingung.
1012.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 381 Beses bilang lintang kemukus dini hari
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status