Satu Milyar Untuk Semalam
Tidurnya dangkal, dipenuhi mimpi patah bayangan tangan berdarah, suara tawa Arcel yang menggema terlalu dekat, dan wajah Monika yang diam menatap tanpa kelopak.
Ia menelan ludah. “Masih pagi,” gumamnya pelan, melihat jam di ponsel. Layarnya menyala sebentar, lalu kembali menampilkan tulisan yang sama seperti semalam.
No Signal.
Entah kenapa, itu membuatnya sedikit lega. Ara berdiri. Kakinya goyah sesaat, tapi ia memaksa tubuhnya bergerak. Diam terlalu lama hanya akan membuat pikirannya kembali berputar ke arah yang tidak ia inginkan.
Capítulos em Alta