AMORAGA
"Ya enggak gitu juga kali. Eh, iya. Entar malam ulang tahun Bayu. Kita disuruh ke rumahnya. Kira-kira kita bawa apa, ya?"
"Bawa diri aja udah ribet. Gak usah bawa apa-apa lagi."
Gita memukul lengan Amora. "Akhirnya mulut somplak lo terlahir kembali setelah sekian purnama bisu."
Amora tidak menyahuti perkataan Gita. Keduanya makan sambil sesekali bercanda. Ketika Amora sedang meneguk air di dalam botolnya, ia melirik ke arah sudut jalan yang sepi. Matanya tak berhenti melihat ke arah sana. Amora menghela napas. "Gue mau ngelakuin sesuatu, tapi kira-kira berhasil gak, ya?"
Chapitres populaires