Malam Terlarang Bersama Paman
“Tidak banyak yang aku ketahui tentang dia, Nada. Hanya sebatas hubungan bisnis saja. Karena dia investor untuk Victory Airlines. Beliau memang menginvestasikan hartanya di beberapa perusahaan transportasi. Selain itu yang aku tahu beliau memiliki yayasan panti asuhan, tapi sekarang di kelola oleh anak sulungnya.”
Nada mengangguk, mendengarkan secara saksama setiap penjelasan Adrian.
“Kalau berbicara tentang keluarga Winata, aku jadi sadar akan satu hal,” imbuh Adrian.
Kini Nada menoleh, menampilkan raut wajah penasaran. Adrian bisa melihat ekspresi nada dari ekor matanya.
“Hampir semua anak dari keluarga Winata itu sukses. Kecuali anak ketiganya,” kata Adrian.