Pelanin Suaranya! Nanti Papa Bangun
Ia duduk di kursi belakang yang sepi, menghela napas panjang.
Baru saja ia membetulkan posisi kacamatanya, tiga bayangan wanita aduhai berdiri memblokir cahaya di depan mejanya. Anita, Winda, dan Tari, tiga mahasiswi paling populer dan tercantik dengan lekuk tubuh D cup yang melegenda di fakultas kini mengepung meja Adrian.
"Hai, Adrian," sapa Winda lebih dulu. Suaranya diayunkan begitu manja, melipat kedua tangannya di bawah dada hingga ukuran gunung kembarnya makin membusung menggoda.