Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Pamitnya Leah melambai dengan senyum pada Rey namun setelahnya dia mendelik pada suaminya itu “Pernah dengar pepatah mengatakan ‘yang waras mengalah?’” Tanya Leah sarkastik Valesco mengalihkan pandangannya “Memangnya aku waras..” Gerutunya kesal “Bagaimana jika dia hanya berpura-pura untuk bisa dekat denganmu?” Tuduh Valesco
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai lagu ta pei cou
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dua sosok mereka perlahan memudar di kejauhan. Aku berdiri di sudut ruangan yang gelap, seperti tikus abu-abu yang lusuh. Seorang pramuniaga mendekat. “Ibu sudah memilih kainnya?” tanyanya ramah. Aku mengangguk, meletakkan kain putih, lalu meraih kain biru sederhana khas pekerja dan petani. “Aku mau dua lembar yang ini. Berapa harganya?” tanyaku.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai lagu ta pei cou
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Dia mungkin sempat mengusirnya, berharap tak ingin bertemu, namun hati kecilnya mengatakan dia butuh pria asing itu. "Seharusnya manusia tau siapa dewa kehancuran, atau aku harus menyebutnya Batara? Jika tak tau, maka tak perlu mencari tau siapa aku. Jika kau memang ingin rasa sakit mu itu hilang, tak perlu mencari ku, aku tau apa yang kau butuhkan, maka aku akan datang." Pria itu memegang pergelangan tangan dan membuat tanda di sana. Seperti tatto kecil dengan gambar bunga mawar berwarna hitam "Kau sungguh ingin membantuku?"
483 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai lagu ta pei cou
Baca
+Pustaka
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Tapi sayang, dia tetap tak mau berbalik. "Jika kamu mau aku pulang, aku akan pulang, Mas." Aku menarik napas panjang lalu mengusap kedua sudut mata. "Assalamualaikum." "Waalaikum salam." Ya Allah, cobaan apalagi yang Kau timpakan padaku ini? *
9.167.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai lagu ta pei cou
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** "Hah!?" jawab Jelita terkejut dengan pertanyaan perempuan cantik di depannya. "Ngapunten, Bu. Maksudnya gimana itu?" "Eh, maaf, Mbak. Saya salah ngomong." Candini segera memutar otak mencari alasan yang tepat. Setelah itu, dia pun berkata, "Maksudnya, anak saya mau privat menari sama Mbak. Mohon diterima jadi muridnya. Bisa nggak?"
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai lagu ta pei cou
Baca
+Pustaka
Engkau Talak, Aku Tak Menolak

Engkau Talak, Aku Tak Menolak

dengan suara penuh penekanan, Diah bicara dengan tegas. “Kita rujuk, tidak ada perceraian,” Dion tidak kalah ngotot. Diah menaikkan sebelah alisnya. Meragukan perkataan laki-laki tersebut. “Aku menolak,” sergah perempuan berkulit putih itu. “Kita masih dalam masa iddah, jadi aku berhak rujuk denganmu,” Dion masih ngotot. “Kemarin kamu sudah meninggalkan rumah,” Diah menjawab santai.
19.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai lagu ta pei cou
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status