Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi
Sepertinya dia sudah menunggu lama, lantai di sekitarnya penuh dengan puntung rokok.
Untung aku cukup berhati-hati sehingga Rafli tidak menyadari kehadiranku. Aku segera berbalik dan menekan tombol lift.
Begitu Rafli melangkah keluar dari area tangga, pintu lift hampir menutup sempurna. Dari balik pintu yang hampir tertutup, samar-samar aku masih bisa mendengar teriakannya, "Dinda, itu kamu, 'kan? Kamu sudah pulang, kamu ada di dalam lift, bukan?"