Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

Disebut kuning karena pil itu memang berwarna kuning. “Kang-er, kita harus berpisah di sini. Kau pergi ke Guang dengan Kakek Wang Lingshan. Di sana kau akan bertemu Biksu Liu Sing Ming. Dia biksu yang sangat sakti. Mungkin hanya dia yang dapat menyembuhkanmu,” ujar Li Guzhou. “Kakek, kau lihat, bukan? Aku sudah sembuh. Aku tak mau berpisah denganmu,” Chiu Kang memeluk kakeknya dengan bercucur air mata.
8.217.8K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as lee chong san
Read
+Library
Pembalasan sang Kesatria Iblis Tanpa Tanding

Pembalasan sang Kesatria Iblis Tanpa Tanding

Seorang temannya membawa sebilah golok, yang satu lagi menyandang tombak. Tebasan-tebasan mereka membuat para anggota Gerombolan Bayangan Tengkorak tak berdaya. Mereka memang memiliki ilmu hitam. Akan tetapi Chung Ho adalah putra Zan Shufen pemimpin klan Liuxing, organisasi pengusir setan paling disegani seantero Negeri Pertama. “Dewi Bulan, Dewa Bintang, berkati anakmu dengan kekuatan kalian. Biarlah kegelapan disingkarkan cahaya yang datang dari nirwana!”
1011.2K viewsOngoingAdded to Library 357 Times as lee chong san
Read
+Library
Bertukar Tubuh dengan Tunangan yang Ingin Membunuhku

Bertukar Tubuh dengan Tunangan yang Ingin Membunuhku

“Aku memaafkan pencuri. Tapi tidak untuk penghianat.” Lucas kembali mendekat. “Aku tanya sekali lagi. Kau bekerja untuk siapa?” Lucas membungkuk menatap tajam wajah Chan Sa yang berlumuran darah. “Aku butuh uang untuk operasi anakku,” isak Chan Sa susah payah. “Kau bekerja untuk siapa?” teriak Lucas sekali lagi. “Lee Yeung Kin.” “Arrrgghtt.” Kursi yang Chan Sa duduki begetar seiring dengan tubuhnya yang tersengat setruman.
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 663 Times as lee chong san
Read
+Library
Kelana

Kelana

Akhirnya Lana menemukan jawaban yang tepat dan mengirimkan pesannya. "Menarik juga, Mas Rei. Emang kita mau makan siang di mana?" Balas Lana mengirimkan pesannya. Terlihat Rei tengah mengetik balasannya. Gadis itu menanti dengan berdebar. "Ke Kedai Mama aja yuk, di Jalan Sirsak... Tau nggak? Di Sana mau makan Indonesian food ada, mau makan yang Ala Western juga ada... Gimana menurut kamu?"
102.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as lee chong san
Read
+Library
Sang Pengaman

Sang Pengaman

"Gosooong!" "Kebakaran!" Duaaar! Sebuah teriakan tiba-tiba terdengar seakan mengguncang seluruh perkampungan. Sehingga pada akhirnya, nampaklah para penghuni kontrakan mulai berlarian membawa ember, kemudian mereka menyiramkan air ke arah api yang berasal dari ledakan kompor sumbu. Namun kepanikan yang saat ini tengah terjadi, seakan tidak berlaku untuk seorang lelaki yang sudah menjadi senior di tempat itu. Lelaki itu bernama Ato, si pria berparas tampan yang saat ini sedang tertidur.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as lee chong san
Read
+Library
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Terbentuklah keberhasilan yang hakiki. R pun menyiapkan penggorengan di atas kompor. Menuangkan minyak. Menu yang ia racik pagi ini adalah Sup Kimlo Bakso. Ada yang tahu? Sup Kimlo Bakso adalah makanan khas Tiong Hoa China. Jadi, R tidak sembarangan memasak. Ia berharap makanannya menggugah selera Lily.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as lee chong san
Read
+Library
MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL

MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL

Tatapan matanya kembali menajam, mengunci sosok pria tua di hadapannya. "Leluhur Canghai," suara Long Chen bergaung tenang. "Kamu akhirnya merangkak keluar dari lubang kematianmu." Leluhur Canghai tidak langsung menyerang. Dia melambaikan lengan bajunya yang longgar, dan entah bagaimana, sebuah meja batu giok hijau lengkap dengan dua cangkir teh pualam mendadak muncul di atas kehampaan pelataran, melayang secara statis di antara mereka. Aroma teh melati yang segar menyeruak, menekan hawa anyir darah dan belerang yang tersisa.
429 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as lee chong san
Read
+Library
LALI

LALI

Meninggalkan kerumunan. Sepeda pancal warna biru itu kembali di kayuhnya. Tak peduli seberapa banyak debu yang menempel atau mencoba masuk ke lubang hidung yang mungil milik gadis desa itu. Ketika musim hujan tiba lobang-lobang jalan itu menjadi lumpur bercampur air yang siap membatik baju si pemilik yang melintas, tak pandang hawa atau adam, kaya atau pun miskin seperti Harun kala itu. Hampir setiap hari Asih melintasi jalan ini dan membuat orang-orang di sekeliling menjadi hapal dari mana pergiannya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as lee chong san
Read
+Library
LOVE KILLA

LOVE KILLA

ucap Evelyn Lee dengan yakin. “Siapa itu Leo Park?” Tanya Awan, penasaran. “Pertanyaan bagus, Awan,” puji Evelyn Lee. “Leo Park adalah seorang pencuri yang sangat pintar. Dia bisa mencuri barang-barang yang diinginkannya hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Gerakannya sangat lincah dan tepat. Setelah berhasil mencuri barang yang dia inginkan, biasanya dia akan menjualnya kembali di pasar gelap atau ke para penadah barang curian untuk dilelang. Dan salah satu penadah barang curian yang berani mengadakan pelelangan di China adalah Tuan Lai Guan Lin.”
3.3K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as lee chong san
Read
+Library
ILMU TUJUH GERBANG DEWA

ILMU TUJUH GERBANG DEWA

Ia seperti menempel dengan jarak tertentu kepada orang yang diikuti. Mereka akhirnya tiba di sebuah tempat yang tenang dan tersembunyi di tengah hutan. Orang tua itu berhenti dan menoleh kepada Liong Yun dengan ekspresi serius. "Pendekar Bayangan Maut, aku adalah Li Cheng, murid tunggal Majikan Pulau Hong ini. Aku dengar kau datang ke tempat ini untuk mencari guruku?" ucap lelaki misterius itu bertanya sambil membuka kedoknya.
9.6181.6K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as lee chong san
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status