Kebangkitan Sang Putri Terbuang
---
Keesokan Pagi – Balairung
Balairung penuh sesak. Para pejabat, bangsawan, hingga murid sekte berdiri tegang, menanti tontonan. Suara bisik-bisik berdesir, bercampur rasa ingin tahu dan harap akan kehancuran sang putri buangan.
Kaisar duduk di singgasana, wajah tenang tapi tatapan matanya menusuk.
“Lin Yue,” suaranya bergema, “lawan pertamamu adalah Wei Long, putra Jenderal Wei. Murid terbaik sekte pedang, tak pernah kalah di usianya.”