TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA
Tapi karena sudah menyinggung Pak Haris dengan memukuli keponakannya, Tuan Permana, dia sadar: tak ada jalan mundur.
Dengan tekad, Bagas membawa semua anak buah terbaiknya, siap bertempur mati-matian.
Namun saat mereka tiba... semua telah selesai.
Arena itu bukan lagi tempat pertarungan. Tapi puing, mayat, dan sejarah. Sebuah legenda baru telah lahir.