Istri Dadakan Sang Presdir
perintah Raynar, suaranya singkat dan tegas, memecah kesunyian ruangan.
Dengan ragu, Aruna mendekati meja Raynar dan berdiri di depannya.
"Duduk," kata Raynar, menatap sekilas ke arahnya.
'Ya Tuhan, pria ini benar-benar irit bicara,' batin Aruna, merasa canggung dan sedikit takut. Perlahan, ia duduk di kursi yang ditunjukkan Raynar.
Raynar mengulurkan sebuah map putih ke arah Aruna. "Baca ini," ucapnya dengan nada dingin, "ini adalah surat perjanjian kita."
Bab Populer