Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BI-LA

BI-LA

Nila itu ladang masalah – batin Cakra. “Nila buat masalah apalagi?” Cakra mendesah lelah, sudah siap dengan segala hal yang akan membuatnya pusing. Nanti dia bisa minta Nila untuk memijit kepalanya kalau itu terjadi. “Ngomong aja,” Satria bersuara, “Mungkin secara gen Cakra satu-satunya Abang Nila. Tapi, Nila itu adik untuk kami bertiga.” Satria bisa bersumpah kalau melihat cengiran jahil milik Karis. “Harusnya dua Abang, satunya man-“ Ucapan Karis tak selesai soalnya Cakra udah melotot.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as licht bach
Read
+Library
Levitasi

Levitasi

Liz mengatur nada bicaranya agar terdengar nyaman ditelinga “Nak, apa kau pernah masuk ke aula utama kerajaan?” Shelin menggeleng, belum. “Dari sana akan terlihat matahari yang sinarnya amat cemerlang ketika pagi dan sore hari. Di aula itu juga terdapat patung pahatan besar yang dibuat oleh manusia bumi. Usianya sudah lebih dari puluhan ribu tahun. Menurut yang pernah kudengar dan kubaca, batu itu terbuat dari batu Luminous yang beratnya hampir dua puluh tujuh ton. Selain cemerlang, ia juga akan bersinar dalam gelap ketika malam hari. Batu itu mempunyai spektrum warna yang sangat baik. Ia berbentuk bunga yang menyerupai matahari. Awalnya belum ada empat tanda bintang, triangel, buju sangkar
102.4K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as licht bach
Read
+Library
KRAMLER

KRAMLER

tanya Homer yang sedari Gania bersuara tampak kebingungan. "Entahlah. Bagaimana pendapatmu, Muka Dingin?" Marwen mengalihkan pandangannya kepada Leotar. 'Muka Dingin' adalah satu dari sekian banyak julukan darinya untuk menggoda Leotar, kadang-kadang ia memanggilnya dengan sebutan 'Bocah Es' atau 'Es Batu Berjalan'. Leotar tidak menyukainya, tetapi Marwen tidak peduli.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as licht bach
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status