ISTRIKU SERING MENANGIS
Tidak seperti Mayang yang lembut.
Tiba-tiba urat leherku seperti tertarik, lidahku tak mampu berkata-kata. Mataku hanya mampu bergerak ke atas. Astaga, kenapa aku ini? Kenapa secara tiba-tiba seperti ini?
Ardan dan Rayyan berteriak memanggil dokter, semua sulit terkontrol. Mata terus membulat tapi hanya mampu melihat ke arah atas. Lidahku seperti tertarik, tapi hanya beberapa menit kembali normal. Namun, beberapa menit kemudian, terjadi lagi seperti itu. Aku dapat melirik ke arah Sita yang sedang memegang perutnya yang sedang hamil, sambil mengucapkan amit-amit yang kudengar.