Mendadak Kawin
Nampak jelek sekali wajah bapak tiga orang anak ini, membuat Astrid tertawa lalu menjatuhkan diri dalam pelukan suaminya.
"Iya-iya, aku ngerti, Pa. Makasih banyak sudah mau berjuang, berkorban demi kebahagiaan aku." gumam Astrid lirih.
Kini Ridwan kembali tersenyum, menjatuhkan kecupan di puncak kepala Astrid, membelai rambut itu dengan begitu lembut.
"Sama-sama, Sayang. Jadi gimana? Ada apa dengan anak kita sampai wajahmu masam macam tadi?"
Hot Chapters