MasukKepergian sang ibu membuat Aarav menjadi sangat frustasi dan mati rasa akan hidup. Bahkan karena frustasi, dia hampir tenggelam dalam dunia gelap, selain itu, dia juga tidak pernah peduli lagi pada orang-orang di sekitarnya dan bahkan hubungannya dengan ayahnya pun juga mulai retak. Tidak ada kehangatan dan kasih sayang seperti dulu. Hingga suatu hari, Aarav bertemu dengan seorang gadis. Reina, gadis yang membuat hidup Aarav menjadi berubah dan membuatnya kembali tersenyum. Namun, saat Aarav hendak melamar Reina, tiba-tiba dia dikejutkan oleh sebuah kenyataan pahit bahwa ternyata Reina adalah adik kandungnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Aarav bisa move on dengan Reina dan memaafkan kedua orang tuanya? Dan bagaimanakah nasib Aarav selanjutnya?
Lihat lebih banyakSenjani Rakhesa Aulia menatap tidak percaya apa yang dilihatnya saat ini.
Kekasihnya yang hilang tanpa kabar kini tengah bermesraan dengan wanita lain?
Tanpa pikir panjang, Senjani menghampiri kekasihnya yang tengah berselingkuh itu.
Byur!
Disiramnya muka sang pengkhianat.
"Anj--Senjani?!" paniknya, "Sayang ini nggak seperti yang kamu lihat, aku dan dia hanyalah teman saja." Gibran mencoba menjelaskan. Raut wajahnya terlihat panik.
Sayangnya, Anjani tak peduli.
"Jelaskan? Kamu pikir aku bodoh Gibran? Aku memintamu untuk menjemput-ku dan kamu malah menolak dengan alasan sedang sibuk, tapi sekarang apa yang ku lihat ini? Yah kamu benar, kamu sibuk. Sibuk berselingkuh dengan wanita itu benarkan?"Dengan tatapan sinis Senjani menunjuk wanita yang berdiri di belakang Gibran yang ternyata adalah sahabatnya sendiri.
Luar biasa!Kekasihnya itu berselingkuh dengan sahabatnya sendiri yang sudah Senjani anggap seperti seorang saudari.
"Senjani! Jaga bicaramu! Dia ini sahabatmu sendiri, kenapa kamu dengan tega berkata kasar seperti itu pada Sonia!" sentak Gibran yang terlihat tidak terima.Senjani sontak tertawa sinis mendengar itu, "Kamu tidak ada hak untuk mengatur mulutku ini berbicara apa pada gadis ular itu brengsek! Mulai saat ini hubungan kita selesai! Urus saja wanita menyedihkan itu." ujar Senjani.Untuk meluapkan kekesalannya gadis itu memberikan beberapa tinjuan dan juga tamparan di wajah tampan Gibran, membuat pekikan terkejut dari Sonia terdengar. Namun Senjani tidak perduli, gadis itu pergi begitu saja tanpa merasa bersalah. Justru sebaliknya rasa lega tercetak jelas dari wajahnya begitu ia berhasil meluapkan emosi dan sakit hatinya dengan meninju wajah Gibran.Biar ku perkenalkan sekali lagi pada kalian, gadis itu adalah Senjani Rakhesa Aulia, cantik dan mempesona dengan tubuh yang bagus karena dia sering berolah raga dan juga mantan atlet Taekwondo. Dia memiliki kekasih yang seharusnya sebentar lagi menjadi tunangannya, kalian sudah tahu siapa lelaki brengsek yang sangat beruntung mendapatkan Senjani itu, ya-- dia adalah Gibran Alfareksa.Namun bagai orang tidak tahu diuntung, Gibran justru malah mengkhianati cinta Senjani yang tulus dengan berselingkuh bersama sahabat dari Senjani sendiri."Kamu tidak bisa memutuskannya secara sepihak begitu Senjani! Aku juga ada hak untuk hubungan kita!" ujar Gibran tidak terima."Hak mu sudah hilang sejak aku melihatmu berselingkuh dengan gadis munafik itu. Mulai sekarang jangan pernah ganggu kehidupanku lagi. Dan kita sudah tidak ada hubungan apapun, pertunangan kita batal!" ujar Senjani dengan tajam.Namun tidak hanya itu saja, gadis cantik itu melempar cincin yang tersimpan cantik di kotak berwarna merah itu dan meremparnya tepat di depan wajah Gibran.Itu adalah cincin pertunangan mereka Minggu depan namun Senjani melemparnya dengan kesal ke arah lelaki itu, sebagai tanda hubungan mereka juga yang ikut selesai.•••Mobil yang dikendarai Senjani melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Gadis itu meluapkan emosinya dengan menangis sambil menyetir. Sebenarnya ini tidak boleh karena akan membahayakan nyawanya dan juga pengendara lain jika ia menyetir dengan cepat seperti itu, tapi apalah peduli Senjani. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah melampiaskan semuanya.Dan tanpa dia sadari jika ia membawa mobilnya pada sebuah tempat yang tidak pernah terpikir kan sebelumnya akan di datangi olehnya. Club malam dengan tulisan 'Ocean Club' itu terpampang jelas di depan sana. Jika Senjani dalam keadaan waras dan baik baik saja, mungkin gadis itu tidak akan memilih untuk tetap melanjutkan langkahnya masuk ke dalam tempat haram itu lebih lanjut.Tapi karena hati dan pikirannya yang sedang ruyam dia pun akhirnya memilih masuk saja tanpa berpikir kedepannya akan bagaimana jika dia masuk ke dalam tempat yang selalu dilarang kedua orang tuanya.Akhirnya Senjani masuk ke dalam sana. Di sana dia langsung memesan sebuah minuman beralkohol tapi tidak terlalu tinggi karena ia akan pulang seorang diri dan juga menyetir pula. Penampilannya yang terlihat agak tertutup saat memasuki club membuatnya menjadi pusat perhatian beberapa pasang mata, meskipun tidak dapat dielakkan jika Senjani tetap terlihat menawan dan seksi meskipun dengan baju yang agak tertutup.Tidak terkecuali sosok lelaki tampan yang duduk di ujung--tempat VVIP Club.Dia terus memperhatikan Senjani. Dari mulai gadis itu memesan minuman sampai ia melihat gadis itu yang menangis tersedu dengan menyebut nama lelaki yang juga di selingi dengan umpatan.
Travis Watanabe yang menjadi incaran para wanita malah penasaran padanya.
Penasaran membuat pria itu pun berdiri dan menghampirinya.
Hal itu berhasil membuat Senjani terusik. "Jangan ganggu aku dan pergilah sana. Aku sedang tidak mau membuat lelaki lain babak belur selain si brengsek Gibran itu!" ujar Senjani yang tanpa sadar malah terdengar bercerita daripada mengancam.
Bukannya marah, lelaki itu malah semakin tertarik. "Kalau begitu, temani saya dulu malam ini. Saya akan memberikan bayaran mahal."Brak!Senjani tiba-tiba menaruh gelasnya kasar.
"Aku bukan jalang sialan!" bentarknya, "cari saja wanita lain untukmu!"
Setelah mengatakannya, Sanjani langsung pergi. Dia tidak menyadari jika diam-diam lelaki yang baru di tampar olehnya itu menyeringai seraya menatap punggungnya yang mulai menjauh dari tempat club itu.
"Gadis menarik. Siapapun kamu, akan ku buat kamu menjadi milikku."Diberikannya kode pada sang bawahan untuk mencari identitas gadis yang telah menarik hatinya.
Untungnya, tak butuh waktu lama, Sekretaris Travis datang dan menghampirinya.
"Namanya adalah Senjani Rakhesa Aulia. Dia berprofesi sebagai seorang dokter dan anak dari pasangan Winarya."
"Siapa Winarya? Apakah aku mengenalnya?" tanya Travis.
"Dia bukanlah siapa-siapa tuan. Anda tidak mengenalnya karena dia hanyalah klien dari perusahaan kecil yang kita miliki di Indonesia," lapor sekretaris Travis itu kembali.
"Bagus, cari informasi lebih lagi tentang gadis itu. Aku tertarik padanya dan ingin membuatnya menjadi milikku!""Baik tuan," ujar Dion dan berniat beranjak dari pergi dari tempatnya tadi namun belum beberapa langkah Travis sudah menginterupsinya."Dion, buat keluarga Winarya meminjam uang pada perusahaan kita untuk kelancaran bisnisnya, Aku akan buat mereka meminjam sebanyak mungkin dan tidak bisa membayar uang itu hingga anak gadisnya bisa ku miliki sebagai gadisku,"Travis menyeringai.Rencananya akan berjalan lancar jika begini, lebih mudah mendapatkan Senjani karena dia memiliki ayah dari gadis itu sebagai kliennya!
"Tidak, Mama darimana saja? Aarav habis beli makanan kesukaan mama, tau?" ujar Aarav berusaha mengalihkan pembicaraan.Vira menatap putranya dengan dingin. Dia berjalan mendekat sambil bertanya, "Kamu tadi bilang Mama kenapa?"Aarav tersenyum. "Tadi, Aarav juga pengen disuapi Mama cuma mama tidak ada di sini.. jadi Tante Farah yang menyuapi Aarav," jelasnya.Vira terdiam. Dia menghela napas sambil melirik Farah dengan kesal. Sementara wanita itu justru membalasnya dengan senyuman."Biar aku makan sendiri," ujar Aarav mengambil makanan yang dipegang Farah lalu memakannya sendiri.Farah tersenyum menatap Aarav. "Gimana? Kamu suka?" tanyanya ramah melihat lelaki itu makan dengan lahap.Aarav mengangguk. Dia tersenyum senang. "Makanan Tante memang selalu enak. Aku suka..""Baguslah. Kapan-kapan main ke rumah Tante, biar Tante masakin makanan yang lebih banyak buat kamu.." ujar Farah pada Aarav sambil melirik Vira yang sedang menatapnya dingin."Sepertinya itu lain kali. Karena, Aarav juga
Reina berjalan menghampiri Aarav. Dia tersenyum ramah menatap lelaki yang merupakan kakak kandungnya itu."Hai. Good morning," sapa Reina.Aarav membalas senyuman Reina. "Morning. Bagaimana kabarmu? Kau pasti senang kan bisa tidur di kamar mewah?" tebaknya.Reina menghela napas. Dia mengangguk pelan."Iya, tapi aku juga sedih. Aku rindu Mama. Oh ya, bagaimana harimu dengan beliau? Rasa rindumu sudah berkurang bukan?" Aarav menggeleng. Wajahnya menjadi datar dan hanya tersenyum. "Iya, aku senang bisa sama Mama. Jujur, aku ngga enak dengan keputusan papa buat tukaran posisi seperti ini..." ujar Aarav sambil menunduk.Reina merangkul Aarav. "Kau yang sabar. Kita pasti akan jadi keluarga harmonis.."Aarav hanya diam dan tersenyum kecil. Dia membelai rambut Reina dengan kasih. "Makasih adikku sayang," ucapnya.***"Aarav dan Reina kakak adik? Itu berarti aku bisa menjadi pacarnya?" tanya Tiara pada dirinya sendiri karena senang mengetahui kenyataan hubungan Reina dan Aarav."Mereka sauda
Angga menatap Reina tak percaya. Dia memangku pipi putrinya itu sambil menatap dengan mata yang berkaca-kaca. "Putriku.." ucapnya senang lalu memeluk Reina.Reina membalas pelukannya. "Papa? Selama ini, papa ada dimana? Kenapa mama tidak pernah bercerita bahwa--""Sudahlah. Yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Sekarang, yang penting kita bisa bertemu dan berkumpul kembali. Aku senang sekali," ucap Aarav sambil berjalan menghampiri Reina.Reina menatap Aarav tak percaya. Dia masih ling lung. Pikirannya butuh waktu untuk mencerna keadaan. Angga menatap Vira dengan senyuman dan mata yang berkaca-kaca. Namun, sang istri justru membalasnya dengan tatapan dingin."Ini sudah malam. Kau harus istirahat. Reina, kau di sini, temani mama. Dan kau Aarav, ayo pulang. Kita akan menyiapkan sesuatu untuk mama nanti.." jelas Angga.Reina mengerutkan kening. "Sesuatu apa?"Aarav hendak menjawab pertanyaan Reina, namun saat melihat ekspresi Angga yang melarangnya memberi tahu rencana surprise mereka pu
Saat sedang terpaku akan keadaan, tiba-tiba ponsel Aarav berbunyi. Segera, diapun pamit keluar untuk menjawab telepon tersebut."Halo, iya ada apa, Pa?" tanya Aarav dengan suara serak seperti ingin menangis, namun juga tersenyum senang."Kau dimana? kenapa belum pulang sore begini?" Angga juga terdengar khawatir.Mengetahui ayahnya yang sedang mencemaskan keadaan dia, Aarav pun merencanakan sesuatu untuk kedua orang tuanya tersebut. Dia tersenyum."Papa, Aarav lagi di rumah sakit, kepala Aarav sangat sakit," jelas Aarav sembari memegang kepalanya, membuat Angga terkejut."Apa?! Kenapa tidak menghubungi papa? sebentar, papa ke sana sekarang juga!" Telepon terputus. Terlihat raut panik Angga, dia segera mengeluarkan mobil dan bergegas ke rumah sakit. Berbeda dengan sang ayah yang panik setengah mati, Aarav justru tersenyum kesenangan. Saking senangnya, dia hampir melempar ponselnya. Namun, Reina datang dan menangkapnya sehingga ponsel lelaki itu tidak jadi menyentuh lantai."Kau ini, p
Selesai konsultasi, Vanya, dokter psikolog yang menangani Aarav, dia mengajak Angga untuk masuk ke dalam ruangannya. Di sana, mereka duduk berdua. "Jadi .... Bagaimana Dok?" tanya Angga penasaran. Vanya mengembuskan napasnya berat. "Maaf Pak, sebenarnya anak baik-baik saja. Tidak
Di sekolah, Aarav memandangi sekolahnya. Dia masih terdiam di samping mobil. Angga yang melihatnya berusaha menegur, "Ada apa Aarav? Ayo masuk," titahnya.Aarav menoleh. Dia menatap Angga cemas. "Tapi Pa? Ini kan sudah jam sepuluh. Bagaimana kalau mereka memarahiku?"Angga menghela napas.
Saat di dalam mobil, Aarav terus terdiam sambil melipat kedua tangannya dan sesekali memandangi jalanan. Dia terlihat kesal.Angga yang melihat sikap Aarav seperti itu tertawa pelan. Dia bertanya pada anaknya, "Ada apa? Kenapa kau kesal?"Aarav menatap Angga kesal sekilas. Dia mengembuskan napasnya sa
Reina mengernyitkan dahinya sambil berusaha memandangi pemuda yang terjatuh itu. DegDia terkejut melihat Aarav masuk ke kelas. Akhirnya setelah beberapa hari, mereka bisa bertemu. Saat akan berjalan menghampiri Aarav, tiba-tiba saja langkahnya menjadi terhenti dan terdiam melihat


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan