Mafia's obsession
Ini bagian yang dilupakan sejarah, sengaja dikubur oleh pendiri Eden, dan kini mereka menggali arwahnya.
Tiba-tiba, suara bergema dari depan. Bukan ledakan, bukan desiran angin. Tapi suara nyanyian. Suara perempuan... lembut, namun penuh kesedihan.
Leo mengangkat tangannya. “Berhenti.”
Mereka berdiri dalam diam, mendengarkan nyanyian itu. Aurora menajamkan telinga, matanya melebar.
“Itu bahasa tua,” gumamnya. “Bahasa Ordo Cahaya. Tapi... nadanya seperti ritual pemanggilan.”