SANG DEWA PENYEMBUH
“Gak bisa, Run ….” Tiba-tiba istrinya Paman Hanif, Bibi Isti, bersuara sembari keluar dari ruang dalam rumahnya, langsung memotong kalimat Harun. “Kami juga sedang butuh dana untuk membesarkan usaha kami. Tolong kamu cari dulu pinjaman di tempat lain, ya? Operasi jantung ibumu diundurkan dulu, sampai kamu mendapatkan biaya operasinya.”
Kalimat itu sebuah penegasan, bahwa ia tak mungkin mendapatkan bantuan lagi di tempat itu. Harun pun pamit dengan perasaan kecewa dan putus asa. Pamannya pun tidak bersedia lagi mengulurkan tangan mereka, walau dalam bentuk pinjaman.