CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku
Tatapan wanita itu cemas bercampur khawatir.
Gista menggeleng perlahan. Dia enggan membahas masalah saat ini. Gista memaksakan seulas senyum tersungging di bibir.
“Aku ngantuk banget, Mbak.” Gista berkata ke telinga wanita itu, menghindari kebisingan dari karaoke di ruangan khusus ini.
“Yah, masih sore ini, Gis. Lo gak mau ikut party lanjutan?”
Party lanjutan artinya pergi ke klub malam. Dengan suasana hati Gista yang hancur berantakan seperti sekarang, itu bukan pilihan bijak.